SD YPPK Tiga Raja Timika Lepas 131 Siswa, Kepsek Pesan Lanjutkan Pendidikan
Prosesi penamatan ditandai dengan pelepasan topi dan dasi oleh Kepala Sekolah, foto: Martha/Papua60detik
Prosesi penamatan ditandai dengan pelepasan topi dan dasi oleh Kepala Sekolah, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tiga Raja Timika menamatkan 131 siswa angkatan ke -72 tahun 2026, berlangsung di pelataran sekolah, Sabtu (13/06/2026).

Prosesi penamatan ditandai dengan pelepasan topi dan dasi oleh Kepala Sekolah kepada perwakilan siswa sebagai simbol pengembalian peserta didik kepada orang tua.

Kepala SD YPPK Tiga Raja Timika, Bernolpus Welerubun, mengungkapkan bahwa pihak sekolah selama ini berupaya penuh mendampingi semua siswa.

Ia menegaskan, kepedulian sekolah adalah bukti bahwa sekolah bersungguh-sungguh berjuang untuk masa depan siswa. Sekolah berusaha menjalankan tugasnya membimbing mereka yang telah dititipkan orang tua. Demikin juga orang tua harus berjuang untuk masa depan mereka. 

"Ketika awal tahun pelajaran dulu, kita menerima siswa dari orang tua dan di sesi terakhir penamatan kami ingin menyerahkan kembali ke orang tua, terima kasih telah mempercayakan anak-anak ke YPPK Tiga Raja," ujar Bernolpus. 

Ia berharap tidak ada satu pun anak-anak yang tamat hari ini, putus dalam perjalanan pendidikan mereka. Karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan semua pihak agar siswa mendapatkan bekal yang cukup untuk terus belajar dan bertahan di setiap jenjang pendidikan. 

"Saya sering berkunjung ke SMP Bernardus, anak-anak yang sekolah di sana sering menyapa saya. Saya akan sering melakukan itu supaya mereka tahu kalau ada yang selalu memperhatikan mereka," terangnya. 

Sementara itu, Pengawas SD pada Dinas Pendidikan Mimika, Ancela Yikim menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua.

Oleh karena itu, setelah siswa dilepas dari sekolah dasar, orang tua tetap memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak menghadapi perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju.

"Tanpa kerja sama, keberhasilan anak-anak itu sia-sia. Maka di manapun anak-anak melanjut, tolong dibina dan dirawat, karena dunia ini tidak seperti dulu. Orang tua jangan pernah bosan, jangan tinggalkan anak-anak apabila ada waktu bersama di rumah," harapnya. 

Kepada 131 siswa yang telah tamat, Ancela berpesan agar terus berjuang meraih cita-cita dan memanfaatkan kesempatan belajar selama masih mendapat dukungan orang tua.

"Hari ini saja tidak cukup, masih ada hari esok, berjuanglah apa yang harus kau raih di kemudian hari. Berjuang selagi orang tua ada. Berusaha selagi kau masih ada di dunia pendidikan," pungkasnya. (Martha)