Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Tiga Korban Ledakan Bom di Biak
Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua saat melakukan sterilisasi pasca meledaknya bom peninggalan PD II di Biak. ANTARA/HO/Humas Polda Papua
Tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Papua saat melakukan sterilisasi pasca meledaknya bom peninggalan PD II di Biak. ANTARA/HO/Humas Polda Papua

Papua60detik - Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Gabungan memperluas area pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang setelah terjadinya ledakan bom peninggalan perang dunia II di Biak Numfor, Papua pada Minggu, 31 Mei 2026 lalu.

"Tim SAR Gabungan memperluas pencarian hingga satu mil dari TKP," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Rabu (3/6/2026) seperti dikutip dari ANTARA.

Hingga pencarian hari ketiga, Tim SAR Gabungan belum menemukan tiga orang korban yang dilaporkan hilang.

Tiga orang yang dilaporkan hilang, yakni Yulianus Raubaba, Lae Madura, dan Abis Marandof.

Kendati demikian, kata Cahyo, dari laporan yang diterimanya, pencarian diperluas setelah pada Senin 1 Juni, Tim SAR Gabungan menemukan potongan yang diduga berasal dari organ manusia.

Temuan potongan organ manusia itu langsung dibawa dan disimpan di kamar jenazah RSUD Biak untuk identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

"Identifikasi dilakukan untuk mengetahui identitas dari sejumlah potongan organ yang ditemukan," kata Cahyo.

Kasus ledakan bom peninggalan perang dunia II terjadi di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Ledakannya mengakibatkan enam orang meninggal dunia, tiga orang dilaporkan hilang, dan sembilan rumah mengalami kerusakan. (Redaksi)