Sambut Ramadan, KKJB Deklarasi Jawa Manunggal
Deklarasi Jawa Manunggal oleh KKJB Kabupaten Mimika di Lapangan Eks Swadaya Pasar Lama Timika. Foto: Eka/ Papua60detik
Deklarasi Jawa Manunggal oleh KKJB Kabupaten Mimika di Lapangan Eks Swadaya Pasar Lama Timika. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Semangat persatuan menggema di Lapangan Eks Swadaya Pasar Lama Timika, Minggu (15/2/2026) siang. Ribuan warga yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika larut dalam suasana kirab dan pentas seni budaya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

Momen tersebut ditandai dengan deklarasi Jawa Manunggal yang dibacakan langsung oleh Ketua Umum KKJB Mimika, Syaikuri, di hadapan para perwakilan paguyuban. 

Seluruh peserta mengikuti ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Dalam deklarasi itu, KKJB menegaskan kesetiaan terhadap NKRI, komitmen untuk tetap solid dalam satu wadah organisasi, serta kesiapan untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mimika.

“KKJB tetap bersatu, KKJB tetap manunggal. Demi orang Jawa, demi Kabupaten Mimika, orang Jawa harus bermanfaat bagi Mimika,” tegas Syaikuri. 

Kirab budaya yang menampilkan ragam kesenian Jawa menjadi simbol kecintaan terhadap warisan leluhur sekaligus wujud pelestarian identitas budaya di tanah rantau. Kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat kebersamaan lintas paguyuban.

KKJB didirikan dengan visi mengangkat, mempertahankan harkat dan martabat masyarakat Jawa. Misinya, mewujudkan persatuan dan kesatuan masyarakat Jawa, mewadahi dan mengayomi paguyuban-paguyuban Jawa di Kabupaten Mimika dan memelihara, menjaga serta mengembangkan tradisi budaya atau kesenian warisan adiluhung para leluhur. 

Staf Ahli Bupati Bidang SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan bahwa kirab budaya bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata menjaga jati diri bangsa.

Menurutnya, menjelang Ramadan, kegiatan tersebut memiliki makna penting untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan toleransi, serta mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya KKJB, untuk terus menjaga kerukunan, menciptakan suasana yang kondusif, serta mendukung program pembangunan daerah demi kemajuan Mimika.

“Semangat Jawa Manunggal harus menjadi perekat persaudaraan dalam bingkai NKRI, di mana perbedaan bukan pemisah, tetapi kekuatan untuk membangun kebersamaan di tanah Papua,” ujarnya.

Usai deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi budaya yang melintasi rute Pasar Lama – Jalan Yos Sudarso – Belibis – Budi Utomo – Hasanuddin – Yos Sudarso dan kembali ke lokasi acara.

Kegiatan itu ditutup dengan undian door prize dan pertunjukan kesenian Jawa. (Eka)