Disperindag Papua Tengah Ancam Sanksi Pedagang Nakal di Momen Ramadan & Idul Fitri
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Tengah Norbertus Mote. Foto : Elia Douw/Papua60detik
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Tengah Norbertus Mote. Foto : Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Tengah mulai memasang kuda-kuda mengantisipasi potensi lonjakan harga barang kebutuhan pokok (Bapok) menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kepala Disperindag Papua Tengah, Norbertus Mote menegaskan bahwa, pihaknya akan melakukan pengawasan intensif di lapangan.

"Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan para spekulan tidak mengambil keuntungan sepihak di tengah meningkatnya permintaan masyarakat," kata Norbertus kepada Papua60detik.id, Rabu (11/2/2026).

Mote memastikan masyarakat tidak perlu panik mengenai ketersediaan pangan. Berdasarkan koordinasi dengan pihak Bulog, ketersediaan beras di wilayah Papua Tengah dinyatakan dalam posisi aman. 

"Stok beras di Bulog saat ini mencukupi untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Kami meminta para pemasok untuk tetap jujur dan tidak bermain harga tanpa melakukan kalkulasi biaya yang rasional," ujar Norbertus Mote. 

Meskipun harga sebagian besar komoditas masih terpantau stabil, Norbertus mengakui ada tren kenaikan pada dua komoditas utama, yakni cabai dan daging sapi. 

Menurutnya, dalam situasi normal, harga cabai berkisar antara Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, namun memasuki momen hari raya, harganya diperkirakan bisa meroket hingga menembus Rp150.000 per kilogram.

"Begitu pula dengan daging sapi yang kerap mengalami kenaikan signifikan dari harga rata-rata pasar," katanya. 

Disperindag Papua Tengah mengimbau, para pedagang untuk tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah.

"Boleh mencari untung, tapi harus wajar. Jangan memanfaatkan kesempatan di atas penderitaan masyarakat, terutama ibu-ibu yang sangat membutuhkan bahan pokok untuk lebaran. Kasihan masyarakat jika harga melambung terlalu tinggi," tegasnya.

Sebagai langkah konkret lanjut Norbertus, Disperindag Papua Tengah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang distributor dan pasar tradisional dalam waktu dekat.

"Kemudian, jika ditemukan praktik penimbunan atau penetapan harga yang tidak wajar, pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas, mulai dari penyegelan gudang hingga pencabutan izin usaha," tegasnya. 

Ia berharap, para pedagang tidak main harga khususnya bahan pokok di momen perayaan hari keagamaan.

Mote mengapresiasi para distributor yang selama ini kooperatif dalam menjaga stok kebutuhan pokok untuk warga Provinsi Papua Tengah. (Elia Douw)