Gen Z & Karir Impiannya
Papua60detik - Seperti generasi sebelumnya, gen Z pun punya cita dan karir impian di masa nanti. Zaman berganti, gen Z tiba. Mereka adalah generasi yang akrab dengan teknologi informasi. Sejak belia gadget sudah di tangannya.
Wawancara Papua60detik kepada puluhan siswa dari berbagai sekolah di Timika ini hendak melihat atau menguji apakah perkembangan teknologi ini membikin imajinasi, cita-cita dan karir impian gen Z berbeda dengan generasi sebelumnya.
Wawancaranya sederhana, siswa diminta menyebut karir impian, terinspirasi dari siapa dan usaha apa yang mereka lakukan untuk meraihnya.
Dari puluhan siswa, beberapa menyebut ingin menjadi pesepak bola. Memang tak bisa dipungkiri, tren olahraga sekarang ini membawa dampak bagi generasi gen Z. pertandingan yang mungkin mereka lihat di televisi atau di media sosial, membuat generasi Z ingin memiliki karir seperti idola mereka.
Seperti Zaki, Nando, Messi bercita-cita ingin menjadi pesepak bola profesional karena terinspirasi dari Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan Neymar. Mereka mengikuti kehidupan idolanya di media sosial.
"Saya terinspirasi dari Neymar. Saya biasa latihan dan bermain sepak bola supaya bisa seperti dia," kata Nando mewakili teman-temannya yang punya mimpi jadi pesepak bola.
Namun, bukan hanya mengidolakan atlet real. Ada yang bahkan mengidolakan tokoh anime. Misalnya Zaki Dia mengaku ada tokoh anime atlet sepakbola.
"Saya biasa nonton anime. Ada tokoh yang jago sepak bola, saya ingin seperti dia," ujar Zaki.
Sebagian tak beda jauh dengan generasi sebelumnya, ingin jadi dokter, guru dan pendeta. Umumnya mereka termotivasi dan terinspirasi dari tokoh tertentu. Alasan lainnya, ingin membantu sesama.
Nova lain lagi. Siswa kelas 2 SMP ini ingin jadi bupati. "Saya ingin menjadi seorang bupati karena ingin membangun Mimika lebih baik dan menyejahterakan masyarakat. Inspirasi saya adalah bupati-bupati sebelumnya," katanya.
Mengingat usia yang masih sangat belia, sewaktu-waktu mimpi karir mereka tentu bisa berubah. Banyak faktor, informasi baru, lingkungan dan dorongan orang tua, bisa jadi. Apalagi, teknologi informasi yang semakin canggih datang dengan jenis pekerjaan baru. Misalnya saja, software developer, data analyst, content creator, graphic designer, video editor dan lainnya
Hasilnya mungkin akan berbeda jika yang diwawancarai adalah gen Z yang beranjak dewasa. Tentu mereka akan memiliki cara pandang sendiri. Bisa jadi, dengan semakin banyaknya pengalaman, mereka menempatkan karir impian sesuai kebutuhan, peluang, skill dan kenyamanan. (Martha)