John Rettob Soroti Banyaknya Pembangunan Bandara Perintis Mangkrak
Papua60detik - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyesalkan banyaknya pembangunan bandara di wilayah pendalaman yang mangkrak.
Padahal menurutnya pembangunan bandara merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya di wilayah pegunungan yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara.
“Ada lapangan-lapangan terbang yang sudah kita bangun sejak lama tapi tidak diselesaikan dalam tiga tahun terakhir. Jadi proyek mangkrak. Kalau proyek mangkrak ini tidak boleh terjadi. Harus kita selesaikan karena memang kebutuhan masyarakat,” katanya beberapa waktu lalu.
John mengatakan tidak tahu menahu kenapa pembangunannya bisa mangkrak. Namun yang pasti memang tidak ada anggaran yang dikucurkan karena tidak ada pengusulan.
Mangkraknya pembangunan tersebut, menjadi persoalan besar karena secara standar penerbangan sudah tidak terjamin lagi. Banyak lapangan terbang yang sudah tidak terawat lagi. Menurutnya ini harus menjadi perhatian Dinas Perhubungan.
“Ini sekarang praktis sudah tidak ada. Misalnya arah angin itu juga tidak diganti sampai sekarang. Jadi yah sekarang jujur bahwa penerbangan-penerbangan yang terbang ke pedalaman-pedalaman itu mereka terpaksa harus visual. Kalau tidak visual sangat berbahaya untuk pelaksanaan take off landing disana,” jelasnya.
Adapun pembangunan bandara yang mangkrak dan tak terurus yakni Bela, Alama, Noema, Potowaiburu dan Kaliraya. Kokonao dan Agimuga tetap terawat karena menjadi UPTD Kementerian Perhubungan.
Selain bandara, pengerukan sungai juga ikut disoroti Wabup. Menurutnya hal ini tidak kalah penting karena mempermudah transportasi masyarakat pesisir yang selama ini mengandalkan kondisi air.
“Saat seperti sekarang musim hujan laut dan sungai aman, tapi begitu musim-musim tertentu tidak bisa. Kemudian sungai air pasang tidak tentu jamnya, kan begitu. Padahal saat kita gali begitu ini agar kita bisa melakukan pelayaran secara reguler. Tetap. Tidak harus menunggu perhitungan air,” ungkapnya.
Menuruynya kedua hal ini harus menjadi perhatian Dishub agar masyarakat di pedalaman tidak merasa kurang diperhatikan. (Anti Patabang)