Kebutuhan Tinggi, RSMM Bakal Tambah Layanan Cuci Darah & Jantung
Papua60detik - Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI sedang melakukan uji kelayakan penambahan layanan cuci darah (hemodialisa).
Direktur RSMM, dr Hendry Roy mengatakan kajian telah dilakukan sejak 2023 lalu. Studi kelayakan itu mencakup kebutuhan alat kesehatan, prasarana, ruangan khusus, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Saat ini, RSMM masih terkendala dengan ketersediaan tenaga dokter spesialis yang kompeten di bidang ginjal dan hipertensi. Padahal untuk membuka layanan cuci darah dibutuhkan dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki kompetensi minimal memiliki pelatihan khusus (fellowship) di bidang ginjal.
"Itu memang dari tahun 2023 kami sudah bicarakan dengan YPMAK dalam studi kelayakan kami. Memang tunggu ACC tapi masih dibicarakan berbagai hal karena SDM kami belum ada," kata dr Hendry Roy saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan jumlah pasien yang membutuhkan layanan cuci darah di Timika tergolong tinggi. Namun hingga saat ini, fasilitas hemodialisa terdebut baru tersedia di RSUD.
Selain itu, tahun ini RSMM berencana menambah layanan dokter spesialis jantung. Manajemen rumah sakit tengah berupaya menjalin kerja sama dengan dokter spesialis jantung yang bertugas di rumah sakit TNI di Timika untuk membuka praktik di RSMM.
"Kami melihat di rumah sakit TNI, ada dokter spesialis jantung, jadi itu mungkin yang kami sedang jajaki untuk bekerja sama untuk dokternya untuk praktek di sini. Karena kami ingin menambah layanan juga, layanan untuk spesies jantung," terangnya.
Data rekam medis menunjukkan jumlah pasien dengan riwayat penyakit jantung di Timika juga cukup tinggi. Hal ini menjadi salah satu dasar pertimbangan penambahan layanan spesialis jantung di RSMM.
"Pasien-pasien jantung juga cukup tinggi, sehingga itu mungkin juga salah satu alasan yang bisa kita ambil untuk menambah layanan spesialis jantung," pungkasnya. (Martha)