Obat Biru Malaria di Timika Masih Kosong
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra, foto: Martha/ Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Hingga kini Kabupaten Mimika masih mengalami kekosongan obat malaria jenis DHP-Frimal atau dikenal sebagai obat biru. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra, memastikan ketersediaan kembali obat malaria (obat biru) pada awal Juli 2025.

Kekosongan obat biru ini sudah terjadi sejak Maret 2025 lalu. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan obat malaria D-arteep Dispersible berwarna putih sebagai pengganti sementara. 

Kata Reynold, sesuai koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah pengiriman obat telah tiba di Nabire sedang dalam proses pengiriman ke Timika.

"Mudah-mudahan di awal Juli sudah ada. Kami sudah membuat surat permintaan ke Dinkes Provinsi Papua Tengah agar dikirim dalam waktu dekat ke Timika," juara Reynold Ubra saat diwawancarai, Kamis (20/06/2025). 

Ia mengingatkan, masyarakat aktif mencegah malaria dengan  menghindari gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di musim hujan saat ini. (Martha)