Polisi Sita 80 Liter Sopi dari Penumpang KM Sabuk Nusantara 75, Dua Pelaku Diproses Hukum
Papua60detik – Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako menyita minuman keras lokal jenis sopi sebanyak 80 liter saat melakukan pengamanan dan razia kedatangan penumpang KM Sabuk Nusantara 75 di Dermaga Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (16/2/2026) malam.
Pengamanan berlangsung sejak pukul 21.30 WIT hingga 01.00 WIT. Kapal perintis tersebut membawa penumpang dengan rute dari Kaimana - Sorong – Yellu – Bula – Gorom – Fakfak – Karas – Kaimana – Lobo – Pomako.
Saat penumpang mulai turun, petugas melakukan pemeriksaan barang bawaan dengan sasaran minuman keras lokal. Hasilnya, polisi menemukan lima karton sopi yang berisi 16 kantong plastik ukuran lima liter atau total 80 liter.
Dua perempuan pemilik barang bukti masing-masing berinisial LS dan DSG langsung ditahan bersama barang bukti ke Mapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako untuk proses hukum.
"Dua pelaku kami amankan dan akan kami proses, nanti kami serahkan ke Satnarkoba untuk pemeriksaan lebih lanjut, pidananya paling tiga bulan atau denda, kedua orang ini melakukan tindak pidana ringan," ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Iptu Nanlohy kepada Papua60detik, Selasa (17/2/2026).
Kapolsek bilang, razia tersebut turut disaksikan oleh awak kapal KM Sabuk Nusantara 75. Para pemilik juga mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya.
"Mereka mengakui barang itu miliknya, ini akan kami proses untuk pertama kalinya, karena sebelumnya hanya ditahan lalu dibebaskan dengan catatan tidak mengulangi perbuatan, kali ini kami proses," katanya.
Setelah kegiatan pengamanan selesai, kapal kembali bertolak dari Pelabuhan Pomako sekitar pukul 01.00 WIT menuju pelabuhan berikutnya. Tercatat sebanyak 38 penumpang turun dan 52 penumpang naik, tanpa penumpang lanjutan.
Polisi menyatakan kegiatan razia minuman keras lokal rutin dilakukan setiap kedatangan kapal penumpang guna mencegah peredaran miras di wilayah Mimika. Petugas juga menilai masih ditemukannya sopi dalam razia menunjukkan jalur laut kerap digunakan untuk memasok minuman keras ke wilayah tersebut. (Eka)