Bantah Tudingan Penggelapan, Lurah Otomona: Bantuan Bapanas Disalurkan Sesuai Prosedur
Kepala Kelurahan Otomona, Farida, foto: Martha/!Papua60detik
Kepala Kelurahan Otomona, Farida, foto: Martha/!Papua60detik

Papua60detik - Kepala Kelurahan Otomona, Farida, membantah tudingan yang menyebut dirinya bersama staf menggelapkan bantuan beras sebanyak 3 ton. 

Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar. Proses penyaluran bantuan masih berlangsung sesuai tahapan.

Bantuan berupa beras dan minyak goreng yang dimaksud berasal dari program Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) untuk alokasi Februari dan Maret.

Ia mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan mengikuti prosedur. Data penerima manfaat tidak menggunakan data dari pusat, melainkan berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh masing-masing ketua RT agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami dari kantor itu menyediakan kupon, dan kupon itu saya bagi ke setiap RT berdasarkan KK.  Itu kan jumlahnya berbeda-beda, kalau KK lebih banyak berarti dia yang dapat kuponnya lebih banyak," ujar Farida saat diwawancarai, Senin (20/07/2026). 

Farida menegaskan, setiap RT diminta memprioritaskan warga kurang mampu yang berdomisili di Kelurahan Otomona. Warga yang memiliki usaha atau tergolong mampu tidak diberikan bantuan. Namun, RT juga diminta mendata warga pendatang yang berdomisili di Otomona, misalnya yang bekerja sebagai tukang ojek atau pendulang agar tetap dapat menerima bantuan.

"Yang punya kios atau pengusaha itu jangan dikasih, itu yang saya perintahkan ke RT. Yang saya keberatan itu, salah satu media menyebutkan saya bersama staf PPPK lenyapkan beras 3 ton. Tetapi kenyataannya itu tidak ada," terang Farida. 

Dari total 1.806 karung beras yang diterima, baru sekitar 1.050 kupon yang dibagikan dan sudah disalurkan ke penerima manfaat. Sementara 756 karung sisanya masih menunggu tahapan penyaluran, bukan karena hilang atau diselewengkan.

"Yang belum ini masih semetara berjalan karena masih ada warga dari RT yang belum datang ambil ke sini," tambahnya. 

Saat ini, Kelurahan Otomona memiliki 2.864 kepala keluarga yang tersebar di 9 RT. Farida pun mengungkapkan bahwa data penerima dari pemerintah pusat tidak lagi digunakan karena ditemukan sejumlah ketidaksesuaian dengan kondisi lapangan. Misalnya, masih tercantum warga yang mampu, masih ada warga yang telah meninggal dunia, atau tidak lagi berdomisili di Kelurahan Otomona.

"Mulai tahun 2023 itu, saya salurkan sesuai data dari RT, saya bagikan kupon dan  RT yang bagikan ke warga tidak mampu, karena mereka yang paling kenal warganya. Dan warga selama saya menjabat, tidak pernah ada yang komplain," pungkansya. (Martha)