Dukung Pelayanan Imam, Keuskupan Timika Membangun Wisma Unio
Peletakan batu pertama pembangunan Wisma Union Keuskupan Timika oleh Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, foto: Martha/Papua60detik
Peletakan batu pertama pembangunan Wisma Union Keuskupan Timika oleh Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Dukung pelayanan para imam, Keuskupan Timika membangun Wisma Unio yang akan dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul para imam sebagai bentuk penguatan pelayanan.

Pembangunan ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PTFI. 

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong mengatakan pemerintah daerah akan selalu hadir bagi umat dan seluruh masyarakat Mimika. Termasuk dalam pembangunan yang berkaitan dengan kehidupan kerohanian setiap agama.

"Pemerintah hadir untuk semua umat dan masyarakat. Apapun yang dilakukan umat, baik itu gereja masjid, pura, vihara, pemerintah wajib memberikan dukungan," ujar Emanuel Kemong saat menghadiri peletakan batu pertama Wisma Unio Keuskupan Timika, Jumat (17/04/2026). 

Ia mengatakan wisma ini dibutuhkan, khususnya bagi para pastor yang datang dan bertugas memberikan pelayanan kepada umat di Timika. 

"Para pekerja-pekerja di ladang Tuhan, yang selama ini mengalami kesulitan. Selama ini pastor-pastor masih banyak tinggal bersama keluarga. Ini inisiatif yang baik. Pemerintah akan memberikan perhatian atas pembangunan wisma ini," ujar Emanuel Kemong .

Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA mengatakan pembangunan wisma ini merupakan wujud komitmen iman dan spiritualitas rekan-rekan imam. Menurutnya, kebersamaan dalam perjumpaan fisik memiliki kekuatan tersendiri untuk saling menguatkan dan bekerja bersama.

Apalagi di lapangan, Uskup mengatakan ada berbagai tantangan, terlebih bagi mereka yang melayani di daerah konflik. Wisma ini nantinya menjadi perjumpaan para imam untuk saiang meneguhkan dengan semangat persaudaraan.

"Tempat ini menjadi tempat perjumpaan, berdiskusi dan, berdoa, tempat untuk berbagi suka dan duka. Kita butuh dukungan dari kita semua, saya pribadi mengundang umat memberi dukungan spritual, kita berdoa agar proses pembangunan ini berjalan dengan baik," ajaknya.

Selain itu, bagi umat yang memiliki kelebihan diharapkan turut membantu, baik dalam bentuk dana maupun barang. Dengan demikian, setiap orang dapat berpartisipasi. (Martha)