Elinus Balinol Mom Reses di SP4 dan SP1, ini Aspirasi Warga
Papua60detik – Ketua Komisi IV DPRK Mimika sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Elinus Balinol Mom, melaksanakan reses tahap II bersama warga SP4 dan SP1, Distrik Wania, Rabu (8/10/2025).
Reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan dasar, terutama di bidang infrastruktur dan penerangan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, warga menyampaikan keluhan dan harapan mereka agar pemerintah dapat memperhatikan penerangan jalan, pembangunan rumah layak huni, serta peningkatan jalan di kawasan SP4 dan SP1 yang selama ini masih terbatas.
Elinus Balinol menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat sudah dicatat dan akan didorong kepada pemerintah daerah untuk menjadi bagian dari program kerja di tahun anggaran induk 2026.
“Itu semua aspirasi sudah kita dengar, dan nantinya akan kita dorong ke pemerintah. Hasil dari reses ini akan saya sampaikan, dan tentu kita juga akan perjuangkan agar masuk dalam program pemerintah daerah,” ujar Elinus.
Ia menegaskan, DPRK Mimika melalui Komisi IV akan terus mengawal kebutuhan masyarakat di bidang infrastruktur dasar, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas.
“Kita berharap apa yang diinginkan masyarakat bisa diperhatikan dan diwujudkan menjadi program nyata dari pemerintah,” tambahnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Elinus juga menaruh perhatian khusus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menyebut akan mendorong pemerintah untuk memberi dukungan bagi kelompok pertanian dan peternakan, agar warga dapat mandiri secara ekonomi.
“Saya akan memberikan perhatian khusus kepada kelompok-kelompok masyarakat, mulai dari pertanian hingga peternakan, supaya mereka bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Reses yang berlangsung di dua wilayah padat penduduk itu ditutup dengan dialog terbuka antara warga dan anggota dewan.
Masyarakat berharap, hasil dari kegiatan reses tersebut benar-benar dapat ditindaklanjuti, sehingga aspirasi yang selama ini hanya menjadi keluhan bisa diwujudkan menjadi program pembangunan nyata. (Faris)