Final Basket Putri, Jatim Lawan Bali
Tim Basket Putri Bali berhasil lolos ke final usai mengalahkan Sulsel dalam partai semi final Basket 5x5 di Mimika Sport Complex, Kamis (7/10/2021). Foto: Humas PPM/Joseph Situmorang
Tim Basket Putri Bali berhasil lolos ke final usai mengalahkan Sulsel dalam partai semi final Basket 5x5 di Mimika Sport Complex, Kamis (7/10/2021). Foto: Humas PPM/Joseph Situmorang

Papua60detik - Tim basket 5x5 putri Jawa Timur (Jatim) lolos final PON XX Papua bersama Bali.

Jatim lolos setelah mengalahkan tim DKI Jakarta dengan skor telak 71-47. Sementara Bali mengalahkan tim Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan skor 52-41.

Kedua tim ini akan kembali bertemu dalam final yang akan berlangsung, Sabtu (9/10/2021).

Menang melawan DKI Jakarta, Pelatih Jatim, Lena menargetkan akan membawa pulang medali emas.

Ia melihat permainan anak-anak asuhnya sudah mantap dan jadi bekal bagi mereka bermain dalam final nanti.

"Anak-anak mainnya fit, mereka defense bagus, kita serang dari awal sampai akhir. Target kita kepingin dapat emas. Mudah-mudahan, kondisi kita tetap baik, kita fit semua," ungkapnya. 

Semangat untuk meraih medali emas juga diungkapkan Christine Aldora Thundawan. Sang kapten tim mengakui jika ia bersama teman-temannya sudah sangat siap untuk bertanding sampai di babak final nanti. 

Sementara itu, pelatih Bali, Muflih Farhan mengatakan masuk final, timnya hanya membutuhkan dua hal yakni strategi dan mental. 

“Siapa yang pengen menang dia yang menang. Kalau strategi ada penyesuaian sedikit, tapi sisanya kalau udah di level final kita udah ngak ngomongin teknis dan fisik lagi. Siapa yang mo menang dia yang menang,” ungkapnya.

Sebelumnya kedua tim ini sudah pernah bertemu dalam babak penyisihan penentuan juara pool X. Dan Bali kalah dengan skor telak 51-31. 

Namun hal ini menurut Muflih terjadi karena waktu itu timnya tidak memiliki waktu istirahat yang cukup. Mereka dirugikan jadwal pertandingan. 

“Kalau di grupkan kita dikalah sama Jatim itu karena kita dirugikan sama jadwal, kita main sampai malam jam 11 dan besoknya main lagi jam 1 siang dan kita ngak punya waktu yah, akhirnya kita main aman aja. Mudah-mudahan kita berikan game yang bagus di final nanti,” jelasnya.

Masuk final di PON kali ini adalah sebuah sejarah bagi Bali dan ini adalah kebangkitan. Namun menurutnya ini bukan sebuah proses mudah. Liana Cs berangkat dari nol.

“Jadi mereka berproses. Rata-rata dari umur 12 tahun mereka sudah mulai mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional,” katanya.

Semenrara itu, mewakili timnya, Liana mengatakan sudah siap melawan Jatim dan yakin bisa membawa pulang medali emas.

“Harus tanamkan dalam diri mau menang mau menang mau menang,” tutupnya. (Anti Patabang)