Gubernur Apolo Minta Polisi Perketat Pengawasan BBM
Pertemuan antara Pemerintah Papua Selatan dan Irwasda Polda Papua Selatan di kantor gubernur setempat. Foto: Istimewa
Pertemuan antara Pemerintah Papua Selatan dan Irwasda Polda Papua Selatan di kantor gubernur setempat. Foto: Istimewa

Papua60detik - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo meminta Polda Papua perketat pengawasan, khususnya BBM di daerahnya 

Hal itu disampaikannya saat audiens dengan Irwasda Polda Papua di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan, Senin (20/10/2025).

Menurut dia, masalah BBM memang senantiasa dihadapi di Papua Selatan, terutama BBM. Dengan hadirnya Projec Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan, menyebabkan kebutuhan BBM meningkat.

"Di sini juga ada PSN tebu untuk gula dan bioetanol semuanya mekanisasi. Jadi, perusahan-perusahan ini sebenarnya punya supplier dan distribusi BBM sendiri," ujar Gubernur.

Tetapi, kata dia, kadang kalau stoknya belum tiba sementara kegiatannya harus jalan, mereka menggunakan BBM yang sebenarnya bukan untuk industri.

Katanya, hal itu mengakibatkan banyak antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selanjutnya, yang dikeluhkan masyarakat yaitu banyak plat nomor kendaraan luar ke Papua Selatan bahkan dari luar Papua.

"Untuk itu mohon pengawasannya walaupun tidak ada di dalam lembar kerja, tetapi itu mungkin bisa ditambah,"kata dia.

Ia mengatakan, lantaran sewaktu pengusulan kuota BBM itu menghitung jumlah kendaraan dengan kebutuhan, termasuk jumlah peralatan mekanik, Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) diberi jatah.

"Semisal satu kelompok tani (gapoktan) terdaftar, tetapi yang tidak terdaftar banyak sehingga mengakibatkan yang punya jatah menjadi berkurang,"ujarnya.

Ia berharap, dengan pengawasan ini akan membantu pemerintah dan menertibkan bagian-bagian ini, demikian juga dengan pupuk. (Jamal)