Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mimika: Saatnya Jadi Solusi, Bukan Polusi
Acara penutupan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pelataran gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (06/06/2026).  foto: Martha/Papua60detik
Acara penutupan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pelataran gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (06/06/2026). foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika menutup perayaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pelataran gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (06/06/2026). 

Adapun peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sedunia tahun ini tidak hanya dipusatkan pada seremoni puncak, tetapi sudah dimulai sejak 8 Mei 2026 melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Berbagai program digelar, antara lain aksi bersih lingkungan, edukasi lingkungan di sekolah, penanaman pohon, restocking benih ikan, webinar, talk show, hingga mangrove tour yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian ekosistem. 

Vice President Environmental Division PTFI, Gesang Setiyadi mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi penegasan bahwa menjaga lingkungan butuh sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan juga masyarakat. 

Hal ini sejalan dengan tema 'Be The Solution Not The Pollution' yang mengajak semua berperan aktif sebagai bagian dari solusi dan bukan menimbulkan polusi. 

"Kita semua masing-masing mempunyai peran yang penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kita tidak perlu melakukan hal-hal yang besar, tetapi kita bisa mulai dari aksi kecil, misalnya membuang sampah pada tempatnya," ujar Gesang. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk menghemat energi dan menghemat air, menanam supaya lingkungan lebih asri. Menurutnya, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 adalah penggerak untuk memperkuat komitmen dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Sementara itu, mewakili Pemkab Mimika Asisten III Bidang Administrasi Umum, Herry Onawame mengapresiasi kolaborasi pemeribtah daerah dengan dunia usaha. Ia pun menegaskan, meskipun seluruh rangkaian kegiatan telah berakhir, tetapi komitmen terhadap kelestarian lingkungan harus berkelanjutan. 

Ia mengatakan berbagai edukasi mengenai pengelolaan sampah, pemanfaatan barang bekas, hingga pengenalan teknologi ramah lingkungan sudah ditampilkan selama pameran. Hery pun berharap program-program pembinaan lingkungan berbasis keluarga dapat terus digalakkan. 

"Apa yang sudah ditampilkan  selama pameran harua mampu kota implementasikan dan kepada seluruh OPD serta pelaku usaha, mari terus bersinergi menjaga kelestarian ekosistem tanah amungsa ini demi masa depan anak cucu kita," pungkasnya. 

Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, masyarakat dapat mengunjungi puluhan stan pameran yang diselenggarakan oleh berbagai divisi di PTFI. Pameran tersebut juga memperkenalkan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti beragam permainan interaktif dan berkesempatan memperoleh hadiah. (Martha)