HUT ke-29 Kabupaten Mimika, Warga Sibuk Antri BBM
Antrian BBM di salah satu SPBU di Kota Timika. Foto: Faris/ Papua60detik
Antrian BBM di salah satu SPBU di Kota Timika. Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Mimika, Rabu (8/10/2025), diwarnai dengan keluhan warga akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrian panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Timika.

Antrian sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di sejumlah titik SPBU, seperti di Jalan Cenderawasih SP2, Jalan Hassanudin, dan SPBU Jalan Poros Logpon. Warga bahkan rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM jenis Pertalite yang kini semakin sulit diperoleh.

Krisis BBM kali ini disebut terjadi karena keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar menuju Depo Jobber Pomako. Kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat membuat pasokan BBM ke wilayah Mimika tertunda beberapa hari. Akibatnya, stok di depo menipis dan penyaluran ke SPBU pun dibatasi.

Tak hanya menyebabkan antrean panjang, kelangkaan BBM juga membuat sebagian warga terpaksa membeli bahan bakar di kios eceran dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga resmi di SPBU. Harga eceran Pertalite di beberapa titik bahkan melonjak hingga Rp50.000 per botol ukuran satu liter.

Salah satu warga Timika, Andre mengaku sudah datang sejak pagi hari ke SPBU Jalan Hasanudin

“Saya datang jam enam pagi, tapi antreannya sudah panjang sekali. Kadang sampai siang baru bisa isi, kadang malah habis sebelum giliran. Ini sudah beberapa hari begini,” ujarnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Yosef, sopir truk pengangkut bahan material, mengatakan situasi ini berdampak langsung pada pekerjaannya.

 “Kami yang kerja pakai mobil setiap hari paling terasa. Kalau BBM langka, otomatis pekerjaan juga tertunda. Mau beli di kios, harganya tidak masuk akal,” tuturnya.

Beberapa warga berharap agar pemerintah daerah bersama Pertamina segera menuntaskan persoalan kelangkaan ini, terlebih saat masyarakat tengah merayakan hari jadi kabupaten. Mereka menilai kondisi ini menjadi “kado pahit” di tengah semangat perayaan HUT Mimika.

Meski peringatan HUT Kabupaten Mimika ke-29 berlangsung meriah di halaman Eme Neme dan upacara di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, sebagian warga masih harus menghadapi kenyataan persoalan mendasar seperti ketersediaan BBM. 

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan kapal pengangkut BBM jenis Pertalite dan Pertamax telah tiba di Terminal BBM Timika. 

“Kondisi stok berangsur membaik, kami juga lakukan tambahan pasokan ke SPBU. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebih dan membeli sesuai kebutuhan,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, Rabu (8/10/2025).

Menurut Ispiani, pasokan BBM jenis gasoline seperti Pertalite dan Pertamax ke SPBU di wilayah Timika telah ditingkatkan hingga 180 kilo liter (KL) per hari, atau sekitar 30 persen lebih banyak dibandingkan pasokan normal sebelumnya. (Faris)