Kepala Kampung Fanamo Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Papua60detik - Kepala Kampung Fanamo, Distrik Mimika Timur Jauh, Valentinus Mitawo, meminta pemerintah lebih memperhatikan fasilitas pendidikan di wilayahnya, khususnya sekolah swasta.
Ia menilai selama ini perhatian pemerintah masih lebih banyak kepada sekolah negeri dibandingkan sekolah swasta.
Ia mencontohkan persoalan yang dihadapi SD YPPK di Manasari yakni keterbatasan fasilitas komputer untuk pelaksanaan ujian. Akibatnya, sekolah yayasan tersebut harus meminjam komputer dari sekolah negeri terdekat.
"Jadi sudah beberapa tahun ini pemerintah cuma perhatikan sekolah negeri. Yang jadi persoalan sekarang itu masalah komputer. Kasihan mereka ujian pinjam komputer dari sekolah negeri terdekat," kata Valentinus saat diwawancarai, Kamis (16/04/2026).
Dalam wawancara terbaru, Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika, Petrus Cahyono menyatakan bahwa pemerintah telah sepakat untuk memastikan seluruh sekolah mendapatkan perhatian setara.
Pemkan Mimika juga telah menetapkan fokus pembangunan pendidikan pada tahun 2027 selaras dengan visi dan misi Bupati, pembangunan dimulai dari kampung.
"Kami sudah berusaha untuk tahun ini saya dengan Pak Kadis, kami komitmen bahwa tidak ada lagi perbedaan untuk sekolah-sekolah. Sekolah negeri dan swasta tidak ada perbedaan, semua akan berjalan sama-sama," ujar Petrus saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Di Fanamo sendiri terdapat TK yang baru dibangun, tetapi tak dilengkapi perumahan guru. Selain itu, ada SD YPPK Manasari, SMP di Omawita, sementara untuk melanjutkan ke jenjang SMA/SMK, anak-anak harus Kota Timika
Menurut Valentinus, SMA penting dibangun di Distrik Mimika Timur Jauh. Sesuai pengalaman, anak-anak yang diberangkatkan ke Kota Timika terpaksa harus ngekos. Terkendala biaya transportasi dan biaya hidup, tidak jarang mereka berhenti sekolah dan kembali ke kampung.
"Kita sering kiriman anak-anak ke kota itu, macam sekolah jauh, mereka tinggal di kos. Itu beda kalau mereka tinggal di asrama, tapi kalau tinggal di kos, kalau tidak ada uang transport, paling mereka tidak ke sekolah,"
Dengan banyaknya jumlah pelajar di Distrik Mimika Timur Jauh, Valentinus menyebut sudah semestinya pemerintah membangun SMA di wilayah tersebut guna mendekatkan akses pendidikan.
"Jadi kita butuh juga SMA untuk bisa dibangun di sini karena muridnya sudah terlalu banyak khususnya di Distrik Mimika Timur Jauh ini," harapnya. (Martha)