Komisi IV DPRK Mimika Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Kapiraya & Wakia
Papua60Detik - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja pengawasan ke Kampung Kapiraya dan Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, Kamis (11/6/2026).
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, didampingi Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme, serta anggota komisi di antaranya Ancelina Beanal, Yuliana Dice Amisim, Rizal Patadan, Abrian Katagame, Elias Rande Ratu, Amons Jamang, dan Simson Gujangge.
Saat meninjau Kampung Kapiraya, Komisi IV yang juga membidangi infrastruktur mengecek proyek jalan penghubung antara Kapiraya Lama dan Kapiraya Baru yang dikerjakan dinas PUPR Mimika.
Elinus Balinol Mom, mengatakan peningkatan jalan tersebut sangat krusial bagi mobilitas warga. Namun, ia menyebut masyarakat juga mendesak pengadaan fasilitas penunjang lain.
"Kami berharap pemerintah daerah terus meningkatkan pembangunan jalan ini. Selain jalan, masyarakat di sini sangat membutuhkan lampu penerangan jalan, jembatan, serta perumahan yang layak huni," ujar Elinus.
Ia menambahkan, DPRK berkomitmen mengawal kebutuhan tersebut agar visi-misi Bupati terkait pemerataan pembangunan dari kampung ke kota dapat terealisasi.
Komisi IV juga menyoroti pembangunan rumah layak huni di Kampung Wakia. Para dewan menyoroti kualitas material bangunan yang digunakan kontraktor yang tidak sesuai karena bentuk kayu yang sudah menyusut. Hal ini diduga karena tidak menggunakan kualitas kayu yang tepat.
Menanggapi hal ini, Kepala Kampung Wakia, Frederick M Warawarin mengungkapkan bahwa material yang digunakan saat ini adalah kayu kelas rendah (nomor 3 atau 4) yang masih basah, bukan kayu besi yang lebih kokoh.
“Itu memang bukan kayu yang harus sebenarnya dipakai, karena kalau kayu pakai kayu besi pasti hasilnya tidak seperti itu,” ungkapnya.
Selain masalah material, Frederick juga memaparkan kendala terkait rencana proyek rumah dari Dinas Perumahan. Proyek tersebut sedianya dialokasikan di area lapangan terbang Tuafa, namun dinilai tidak tepat sasaran.
"Di Bandara Tuafa saat ini tidak ada aktivitas pemukiman. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari pemukiman warga dan aksesnya sering terhambat banjir atau pohon tumbang. Kami meminta agar pembangunan dipindahkan kembali ke Kampung Lama Wakia demi memudahkan warga, terutama para lansia," jelas Frederick.
Frederick juga meminta DPRK Mimika memperjuangkan pengadaan sarana transportasi. Menurutnya, selama ini mobilitas warga Kapiraya dan Wakia lumpuh dan hanya bergantung pada kendaraan operasional tua yang diperbaiki secara swadaya agar tidak terisolasi.
Menanggapi keluhan tersebut, Komisi IV DPRK Mimika berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi pemerintah daerah terkait untuk mencari solusi.
"Catatan dan temuan dari kunjungan ini akan segera kami sampaikan secara resmi kepada dinas terkait agar menjadi perhatian serius," tegas Elinus. (Joe Situmorang)