Kompetisi Manual Brew Kopi Mulo Jadi Wadah Unjuk Gigi Barista Lokal Timika
Para Barista saat mengikuti Manual Brew Throwdown 3x3 Battle di Kopi Mulo, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Selasa (28/7/2026). Foto: Joe Situmorang/Papua60Detik
Para Barista saat mengikuti Manual Brew Throwdown 3x3 Battle di Kopi Mulo, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Selasa (28/7/2026). Foto: Joe Situmorang/Papua60Detik

Papua60Detik - Memperingati hari jadi ke-7, Kopi Mulo menggelar kompetisi menyeduh kopi bertajuk Manual Brew Throwdown 3x3 Battle di Kopi Mulo, Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua Tengah, Selasa (28/7/2026).

Ajang skala lokal yang berlangsung 27–28 Juli ini diikuti 42 peserta dari kalangan barista, home brewer, hingga pencinta kopi di Mimika. Rangkaian acara dimulai dengan technical meeting dan fun cupping pada hari pertama, lalu dilanjutkan dengan babak kompetisi.

Ketua Panitia, Syahrul mengatakan, seluruh biji kopi (beans) yang digunakan baik saat fun cupping maupun kompetisi merupakan kopi asli Papua dari daerah Wamena, Tolikara, dan Sabin hasil olahan roastery lokal.

"Kami ingin menonjolkan potensi dan cita rasa luar biasa dari kopi Papua," ujar Syahrul.

Penilaian kompetisi melibatkan tiga juri profesional, yakni Nino Danci (Head Roaster NR Roastery Jayapura) serta dua juri lokal Timika, Teni dan Ahmad. Fokus penilaian berada pada keseimbangan rasa manis, asam, pahit, hingga body yang berhasil diekstraksi barista dari biji kopi.

Syahrul menjelaskan, kopi Papua memiliki keistimewaan karakter rasa karena tumbuh di ketinggian ekstrem 1.800 - 2.000 mdpl. Namun, pasokannya masih terkendala akses transportasi dari daerah asal petani.

Melalui ajang ini, ia berharap para penggiat kopi di Timika memiliki wadah positif untuk menguji kemampuan. Kedepan,ia mendorong adanya dukungan pemerintah daerah untuk menggelar acara berskala se Papua.

Owner Kopi Mulo, Renzo Ada’ berharap kompetisi ini melahirkan barista berbakat yang siap membuka usaha mandiri di Mimika. Ia mendorong Pemkab Mimika untuk lebih aktif memfasilitasi ekosistem industri kopi lokal.

"Kompetisi ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang mengukur keahlian barista. Kami berharap lahir UMKM kopi baru yang mampu membuka lapangan kerja di Timika," kata Renzo. (Joe Situmorang)