Mimika Bentuk Forum Anak, Wadah Aspirasi & Pemenuhan Hak
DP3AP2KB Mimika gelar kegiatan advokasi dan sosialisasi pelaksanaan kebijakan pemenuhan hak anak sekaligus pembentukan forum anak, foto: Martha/Papua60detik
DP3AP2KB Mimika gelar kegiatan advokasi dan sosialisasi pelaksanaan kebijakan pemenuhan hak anak sekaligus pembentukan forum anak, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika gelar kegiatan advokasi dan sosialisasi pelaksanaan kebijakan pemenuhan hak anak pada lembaga pemerintah, non-pemerintah, media, dan dunia usaha tingkat kabupaten/kota, Rabu (03/06/2026),

Kegiatan dirangkaikan pembentukan Forum Anak Tahun 2026. 

Kegiatan diikuti perwakilan siswa SMP dan SMA/SMK serta guru pendamping. Adapun Narasumber berasal dari Perencana Ahli Madya Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan PHA Wilayah II, Kemen PPPA, Ety Sri Nurhayati. 

Ety Sri Nurhayati menegaskan bahwa Forum Anak memiliki peran penting sebagai wadah partisipasi anak untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta pendapat kepada pemerintah dan pihak terkait.

"Pemerintah nantinya bisa membuat kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran karena sudah sesuai dengan kebutuhan anak yang mereka sampaikan secara langsung atau melalui kotak saran," ujar Ety saat diwawancarai. 

Menurutnya, Forum Anak harus menjangkau hingga tingkat kampung. Karena itu, pemerintah daerah perlu bersinergi dengan lembaga masyarakat, salah satunya melalui pembentukan Forum Anak di tingkat distrik. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga diharapkan rutin melakukan kunjungan dan mengembangkan program-program yang mendukung partisipasi anak.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, dalam sambutannya mengapresiasi DP3AP2KB Mimika atas penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak.

Ia menegaskan bahwa anak memiliki peran strategis sebagai penerus cita-cita bangsa. Oleh sebab itu, mereka perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.

Menurut Fransiskus, Forum Anak Nasional merupakan organisasi yang dibina pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan anak-anak di seluruh Indonesia dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak.

"Forum Anak merupakan sarana yang sangat penting dalam mendorong partisipasi anak. Melalui forum ini, anak-anak dapat menyampaikan pendapat, gagasan, dan kebutuhan mereka sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan anak," jelasnya.

Pada sesi diskusi, para peserta tampak antusias dengan mengajukan pertanyaan, mulai dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, peran pemerintah dalam memfasilitasi Forum Anak sebagai ruang aman untuk menyampaikan pendapat secara bebas, hingga strategi menjangkau anak-anak di daerah terpencil.

Menutup kegiatan, Kepala Seksi Pencegahan Terhadap Perempuan, Fince Kambuaya mengingatkan para peserta agar aktif berpartisipasi dalam Forum Anak dan memanfaatkan wadah tersebut untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masa depan.

"Saya berharap, para guru pendamping kita bekerja sama. Kita dapat banyak materi di forum anak. Anak-anak mari aktif di forum ini, jangan kita hanya diam, terkurung, lalu anak-anak yang lain ada yang pakai lem. Hal-hal yang tidak baik tidak boleh," pungkasnya. (Martha)