Mimika Smart City: OPD Mesti Lebih Inovatif, Tak Hanya Andalkan Disdukcapil
Pemkab Mimika rapat Dewan Smart City untuk mengevaluasi implementasi program Smart City. Foto: Martha/ Papua60detik
Pemkab Mimika rapat Dewan Smart City untuk mengevaluasi implementasi program Smart City. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, kembali mengadakan rapat Dewan Smart City untuk mengevaluasi implementasi program Smart City di Kabupaten Mimika, Rabu (13/8/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan Mimika merupakan kabupaten pertama yang masuk dalam kabupaten/kota cerdas dari wilayah indonesia timur pada tahun 2017. Hingga sekarang, Kementerian komunikasi dan digital melalui tim penilai tetap memilih Kabupaten Mimika sebagai salah satu kota cerdas dari 25 kota cerdas tahap pertama di Indonesia. 

Oleh karena itu, rapat evaluasi setiap tiga bulan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana program-program smart city telah mencapai target yang telah ditetapkan. 

Menurutnya, program smart city di Kabupaten Mimika mengalami peningkatan dari tahun ke tahun meskipun tidak terlalu signifikan.  Kota cerdas bukan dilihat dari seberapa banyak teknologi aplikasi yang dimiliki, tetapi seberapa efektif solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan setiap persoalan guna memudahkan masyarakat menikmati layanan pemerintah. 

John Rettob pun berharap organisasi perangkat daerah (OPD) di Mimika terus melakukan inovasi-inovasi untuk memberikan kemudahan dalam urusan pelayanan kepada masyarakat. 

"Saya minta semua pihak berikan kontribusi kepada program smart city. untuk mewujudkan Mimika sebagai kota smart city Kita harus kolaborasi dan jangan ada ego sektoral," tutupnya. 

Sementara, tenaga ahli ITB sebagai narasumber, Windy Gambetta mengatakan indikator penilaian smart city umumnya berfokus pada enam pilar utama, yaitu pemerintahan, economi, lingkungan, kehidupan masyarakat, masyarakat yang cerdas, dan mobilitas cerdas.

Ia menekankan smart city harus mengedepankan keamanan kehidupan masyarakat. Windy menyebut, Mimika berada pada posisi menengah apabila dibandingkan dengan kota smart City lainnya. 

"Artinya, masih banyak yang perlu kita perbaiki. Kekuatan di sini, kebijakan sudah oke, tinggal pelayanan publik lainnya lebih dibuat inovatif, karena kita tidak bisa hanya andalkan Disdukcapil. Libatkan juga masyarakat, banyak inovasi yang bisa masuk di sana," terangnya. (Martha)