Pelaku Usaha Timika Dibekali Strategi Branding
Papua60detik - Puluhan pelaku di Timika mengikuti seminar Papua Enterpreneur Connect di hotel Cendrawasih 66, Sabtu (11/10/2025). Seminar ini membahas cara mempromosikan bisnis, membuat merek (branding), dan memahami risiko hukum di dunia usaha.
Seminar ini diselenggarakan oleh 3 perusahan konsultasi di Mimika yaitu Papua Strategi Consulting, Papua Digital Media, BAS and CO. Low Firm. Perwakilan perusahaan menyampaikan materi sesuai bidang masing-masing mulai dari manajemen, isu bisnis, branding, dan hukum.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Ketua panitia, Pernus Tarasen mengatakan seminar ini menghadirkan para ahli bisnis untuk membekali peserta dengan pengetahuan pengelolaan bisnis.
Seminar ini juga membantu para pelaku usaha, khususnya Orang Asli Papua (OAP) untuk melakukan inovasi sehingga tidak kalah saing dengan pengusaha lainnya. Kehadiran tiga perusahaan ini di Timika, bisa memberi dukungan bagi pelaku usaha agar bisa menjalankan bisnis dengan baik dan benar.
"Ini perusahaan baru di Timika yang membuka jasa kepada semua orang, kita kasih voucher konsultasi, mereka bisa datang dan konsultasi dan bisa berpartner juga dengan perusahaan yang ada," terang Pernis.
Salah satu pemateri, Muslim Jayadi, menjelaskan pelaku usaha di Papua khususnya Timika harus memahami perkembangan geopolitik dan teknologi informasi.
Menurutnya, semua pengusaha di Papua memiliki potensi besar untuk maju, tinggal bagaimana cara membangun branding. Ia menegaskan, branding yang kuat berasal dari kualitas yang dikomunikasikan.
"Teman-teman yang hadir di sini, nanti produknya itu maupun perusahaannya akan masuk di top of mind di Timika, selama teman-teman bisa menunjukkan kualitasnya dan dikomunikasikan dengan media," ucapnya.
Muslimin mengatakan, wilayah Papua memiliki potensi besar untuk bisnis. Pelaku usaha harus kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada, memahami hukum bisnis.
"Ini kesempatan bagus buat teman-teman di Papua. Jadi cara berbisnisnya jangan ketinggalan, harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena dampak teknologi bahkan peraturan pemerintah sangat mempengaruhi bisnis," pungkasnya. (Martha)