Pengawas YPMAK Kunjungi Mitra dan Penerima Beasiswa di Jawa Tengah
Kunjungan pengawas YPMAK ketiga mitra dan peserta beasiswa di Jawa Tengah pada Selasa (5/4/2022). Foto: YPMAK
Kunjungan pengawas YPMAK ketiga mitra dan peserta beasiswa di Jawa Tengah pada Selasa (5/4/2022). Foto: YPMAK

Papua60detik - Pengawas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama Divisi dan Deputi Monitoring Evaluasi (Monev) Pendidikan melakukan kunjungan kerja di tiga mitra pada dua kota studi, Semarang dan Salatiga, Provinsi Jawa Tengah selama tiga hari, Selasa (5/4/2022) sampai Jumat (7/4/2022).

Anggota Pengawas YPMAK perwakilan dari PT Freeport Indonesia (PTFI), Samuel Rorimpandey di Jakarta mengatakan, tiga mitra yang dikunjungi yaitu Yayasan Binterbusi dan UNIKA Soegijapranata di Semarang dan UKSW di Salatiga. 

Selain bertemu para mitra, tim juga berkesempatan bertemu langsung dengan 400-an perwakilan siswa dan mahasiswa peserta program beasiswa YPMAK di dua kota studi itu, serta meninjau fasilitas aset YPMAK seperti asrama dan sport hall yang ternyata masih bagus.

Dalam kunjungan tersebut, ada beberapa catatan yang akan menjadi rekomendasi tim kepada para manajemen YPMAK melalui pembina YPMAK, yakni hubungan mitra dengan peserta beasiswa, prestasi akademik peserta beasiswa yang belum memenuhi standar dan persentase kelulusan peserta beasiswa yang setiap tahunnya berkurang.

"Ada juga terkait hubungan Mitra dengan YPMAK yang mana masih ada komunikasi yang perlu diperbaiki termasuk terkait pelaporan pertanggungjawaban keuangan yang berdampak pada terlambatnya proses pembayaran kepada mitra dan untuk memenuhi kebutuhan peserta beasiswa. Untuk itu kami akan membicarakannya dengan pembina dan pengurus terkait strategi apa yang dapat dilakukan agar lebih baik lagi kedepannya, " kata Samuel dalam rilis yang diterima, Kamis (14/4/2022).

Hal lain yang juga kata Samuel yang menjadi catatan dalam kunjungan tersebut yakni terkait perilaku anak-anak mulai dari mabuk-mabukan hingga malas datang kuliah. 

"Memang perlu penegasan terkait pedoman beasiswa tetapi lebih terperinci akan kami sampaikan kepada pembina dan pengurus, harapannya kunjungan berikut dari pengawas sudah ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pengurus," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua pengawas YPMAK, Yohanes Kibak yang juga merupakan perwakilan dari lembaga adat Lemasa mengatakan catatan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi akan disampaikan kepada pembina, dan selanjutnya disampaikan kepada pengurus YPMAK untuk ditindaklanjuti. 

Hal ini kata Kibak bukan bertujuan menyalahkan pengurus tapi untuk memastikan dan mengevaluasi program yang berjalan dengan baik.

"Salah satu catatan yang menurut saya penting untuk ditindaklanjuti adalah terkait dengan perhatian dari pada mitra kepada peserta beasiswa yang mungkin dirasakan kurang. Untuk itu perlu adanya penegasan terkait apa yang menjadi tugas YPMAK, tugas para mitra dan tugas penerima beasiswa itu sendiri, " kata  Kibak. 

Dalam kesempatan bertemu dengan para penerima beasiswa, Yohanes Kibak berpesan dan memberikan motivasi agar para penerima beasiswa baik di jenjang SMP, SMA dan perguruan tinggi lebih giat belajar dan meningkatkan prestasi akademik. Pasalnya YPMAK melalui mitra-mitranya telah menyiapkan segala sesuatu untuk mendukung kegiatan studi peserta beasiswa. 

Deputi monitoring evaluasi YPMAK, Kristian Ukago menilai pihaknya telah mendapatkan gambaran terkait persoalan-persoalan yang akan ditindaklanjuti melalui kunjungan para Pembina YPMAK di dua kota studi ini. 

"Misalnya terkait masalah persentase kelulusan yang rendah kami akan dalami persoalannya dimana apakah di rekrutmen awal atau proses pembelajaran atau pendampingan yang kurang. Nanti kami akan melihat lebih dalam dengan rekomendasi yang akan disampaikan oleh pengawas YPMAK, begitu juga dengan informasi-informasi yang lain satu per satu,” tutupnya. (Anti)