Periksa ke Puskesmas Jika Alami Gejala ini, Mungkin DBD
Papua60detik - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) lagi marak di Timika belakangan. Sampai pekan ke 24 tahun 2022, Dinas Kesehatan Mimika mencatat temuan kasus DBD pada 38 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra mengungkap, hasil observasi terhadap para pasien DBD, gejala yang mereka alami mirip penyakit malaria.
"Keluhan pasien mirip-mirip malaria sehingga pesan ke masyarakat, jika ada anggota keluarga yang demam, mual sakit kepala dan pusing, segera dibawa ke Puskesmas. Itu tanda terbanyak dari 38 kasus yang sudah ada. Itu yang terpenting hari ini," pesan Reynold.
Di Puskesmas, petugas sudah siap melakukan pemeriksaan untuk memastikan gejala tersebut DBD atau bukan, sekaligus melakukan pengobatan dan perawatan.
DBD di Mimika, jelas Reynold hanya masuk kategori peningkatan kasus, bukan Kejadian Luar Biasa (KLB)
Disebut KLB jika misalnya jika suatu penyakit tak pernah ada suatu wilayah, tapi tiba-tiba merebak. Atau terjadi peningkatan kasus signifikan dan menyebar.
Sementara di Mimika, kasus DBD sudah ditemukan belasan tahun yang lalu. 38 Kasus yang ditemukan pada semester pertama 2022 ini pun didominasi pekerja PT Freeport yang baru tiba di Timika.
"Setiap tahun ada tapi masih dapat dikendalikan, sistem surveilance dan pemantauan kami tetap jalan," jelas Reynold.
Meski temuan 38 kasus itu dominan di Tembagapura, di Kota Timika tetap berpotensi terjadi penularan lokal DBD. Hasil penelitian di 2019 lalu membuktikan, 50 persen nyamuk aedes aegepty di Timika mengandung virus dengue yang menyebabkan DBD.
Langkah pencegahan DBD yang bisa dilakukan adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, mengubur barang bekas, menguras dengan rutin penampungan air dan menabur abate. (Burhan)