Polres Nabire Dalami Dugaan Penimbunan BBM dari Ledakan Mobil di SPBU
Polres Nabire memasang garis polisi terhadap mobil yang meledak saat mengisi BBM di SPBU Oyehe, Nabire, Senin (8/6/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan
Polres Nabire memasang garis polisi terhadap mobil yang meledak saat mengisi BBM di SPBU Oyehe, Nabire, Senin (8/6/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan

Papua60detik - Polres Nabire menyelidiki dugaan penimbunan BBM pasca meledaknya satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi PA 1884 KE saat melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Oyehe, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Senin (8/6/2026) sore.

Kasat Reskrim Polres Nabire Iptu Bogi Transtanto mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan pengemudi kendaraan untuk dimintai keterangan.

“Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi guna mendukung proses penyelidikan,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, operasional SPBU Oyehe saat ini dihentikan sementara untuk kepentingan investigasi dan diperkirakan dapat kembali beroperasi setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

“Seluruh fakta terkait penyebab ledakan masih dalam tahap pendalaman sehingga kita imbau seluruh masyarakat dapat menunggu hasil resmi penyelidikan aparat,” katanya.

Sales Manager I Pertamina Papua Tengah Muhammad Rinaldi Suryanto membenarkan adanya insiden ledakan saat proses pengisian BBM berlangsung di SPBU Oyehe.

Ia mengatakan Pertamina bersama Polres Nabire dan Polda Papua Tengah telah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

"Untuk saat ini kami masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut karena proses investigasi sedang berlangsung. Jika nanti ada perkembangan mengenai proses maupun metode kejadian, akan kami sampaikan," katanya.

Menurut dia, Pertamina selama ini terus melakukan sosialisasi terkait tata cara pengisian BBM yang aman serta larangan penggunaan wadah yang tidak sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, operator SPBU melakukan pengisian langsung ke tangki kendaraan sesuai prosedur yang berlaku. Namun pihaknya masih mendalami sejumlah temuan di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di dalam kendaraan ditemukan sejumlah jeriken. Namun Pertamina belum dapat memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan insiden ledakan.

"Kami masih mendalami apakah jeriken yang ditemukan di dalam kendaraan terhubung langsung ke tangki atau berisi produk lain. Rekaman CCTV juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan 17 jeriken BBM di dalam mobil dan delapan di antaranya telah terisi BBM subsidi jenis Pertalite.

Selain itu, petugas juga menemukan alat serta sambungan pipa yang terhubung dengan corong pengisian BBM dan mengarah ke jerigen yang berada di dalam kendaraan.

Sejumlah barang bukti itu diduga berkaitan dengan praktik penimbunan BBM. (Redaksi)