Reses Luther Beanal: Warga Tuntut Pembangunan, Bibit Babi Hingga Pemekaran Kampung
Papua60detik – Kegiatan Reses Tahap II Tahun 2025 Anggota DPRK Mimika, Luther Beanal, di Distrik Kuala Kencana pada 7–8 Oktober 2025, disambut antusias oleh masyarakat dari tiga kampung, Pioka Kencana, Mimika Gunung, dan Jimbi.
Dalam pertemuan di tiap kampung, warga menyampaikan beragam aspirasi yang mencerminkan kebutuhan dasar dan harapan mereka terhadap perhatian pemerintah.
Di Kampung Pioka Kencana, masyarakat meminta program rumah layak huni, pengaspalan jalan lingkungan, serta pengadaan bibit babi untuk menunjang ekonomi keluarga. Warga menilai pembangunan infrastruktur dasar dan bantuan ekonomi produktif masih belum merata di wilayah mereka.
Sementara itu, di Kampung Mimika Gunung, aspirasi warga mengarah pada rencana pemekaran kampung baru bernama Angaja.
Selain pemekaran, warga juga mendesak agar pemerintah membuka akses jalan menuju pemukiman dan perumahan warga, serta mendukung mereka dengan bantuan bibit ternak babi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.
Sedangkan di Kampung Jimbi, warga menyoroti buruknya kondisi jalan antar-RT yang belum teraspal. Mereka meminta pembangunan jembatan penghubung antar-RT, penerangan jalan umum, serta pembangunan kandang ayam dan kandang babi serta bibit babi, sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan.
Selain itu, warga juga meminta pembangunan talud di sekitar kali dekat pemukiman untuk mengantisipasi banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.
Dalam reses tersebut, Luther Beanal menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga yang telah terbuka menyampaikan keluhan dan gagasan mereka secara langsung.
Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi yang diterima akan menjadi bahan perjuangan di DPRK Mimika, serta akan didorong agar masuk dalam program kerja pemerintah daerah tahun 2026.
“Semua masukan dari masyarakat ini kami tampung untuk dibawa ke pembahasan bersama pemerintah. Kami ingin pembangunan di Kuala Kencana benar-benar menyentuh kebutuhan warga sampai di kampung,” ujar Luther.
Luther juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah kampung, dan DPRK dalam memperjuangkan pembangunan yang merata, terutama di wilayah yang masih tertinggal infrastruktur dasarnya. (Faris)