TNI-Polri Masih Berupaya Evakuasi Jenazah Korban Pembantaian KKB di Kampung Kawe
Papua60detik - Personel TNI dan Polri masih berupaya mengevakuasi jenazah para pendulang emas korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar Camp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra mengatakan saat ini pihaknya terus berkoordinasi untuk mengevakuasi korban dan para pendulang yang masih berada di lokasi.
"Meskipun masuk wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, namun lokasi itu lebih mudah dijangkau dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan," kata Wisnu, Jumat (22/5/2026) seperti dikutip dari ANTARA.
Ia mengatakan bersama dengan Kodim 1711/BVD, jajarannya terus berkoordinasi dengan para pihak untuk mengevakuasi para pendulang dan korban.
Insiden itu terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 14.00 WIT. Datang sekitar lima orang terduga pelaku yang mendatangi kamp para korban dengan membawa senjata tajam jenis parang dan busur.
Para pelaku awalnya meminta makan dan minum serta dibuatkan kopi, namun saat korban beristirahat dan memperbaiki mesin penambangan, para pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan memanah korban.
Akibat serangan itu, kata Wisnu, beberapa korban terluka dan dua orang meninggal.
Kemudian pada Selasa (19/5/2026), jumlah korban dilaporkan bertambah lima orang.
"Laporan terakhir ada 11 orang pendulang emas meninggal di Camp Kali Fis ," kata Kapolres.
Ia menambahkan proses evakuasi mengalami kendala karena masyarakat menutup jalur sungai, khususnya Sungai Pisang-Pisang, yang menjadi akses utama menuju Tanah Merah.
Jalur itu sempat dibuka setelah dilakukan koordinasi bersama masyarakat dan pihak koperasi pengelola, namun kembali ditutup.
Diperkirakan masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang pengungsi dan penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang.
Evakuasi para pengungsi direncanakan menuju Dermaga Iwot hingga selanjutnya diamankan ke Markas Polres Boven Digoel untuk dilakukan pendataan, pemulihan trauma, serta pemeriksaan sebagai saksi.
"TNI, Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengevakuasi para korban beserta pendulang dan mengidentifikasi," kata Wisnu.
Sebelumnya, KKB Kodap XVI Yahukimo dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Mereka menuding para pendulang itu sebagai mata-mata aparat Indonesia. (Redaksi)