UTBK di Mimika Tanpa Kendala
Pemantau UTBK 2024, Happy Lumban Tobing dan Panitia pelaksana UTBK, Riandini
Pemantau UTBK 2024, Happy Lumban Tobing dan Panitia pelaksana UTBK, Riandini

Papua60detik - Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) berlangsung tiga hari, mulai Kamis (2/5/2024) di SMA Negeri 1 Mimika Jalan Yos Sudarso,. UTBK di Mimika diikuti 332 peserta 

Pemantau pelaksanaan UTBK 2024, Prof Happy Lumban Tobing mengatakan pelaksanaan UTBK berlangsung kondusif. Dia menyebut, Universitas Cenderawasih sebagai penyelenggara UTBK tahun ini di Papua memilih SMAN 1 Mimika sebagai mitra karena fasilitas yang dimiliki sekolah sangat mendukung pelaksanaan ujian. 

"Sejauh ini belum ada kendala, mungkin karena bukan ini pertama kali kita sebagai mitra. Tahun-tahun sebelumnya di sini juga.  Kepala Sekolah juga memberi perhatian sebagai penanggung jawab lokasi," ujar Happy, Jumat (3/5/2024).

Ada enam lokasi UTBK di  wilayah Papua. Hal itu untuk mengurangi biaya peserta yang akan melaksanakan ujian, mengingat kondisi geografis yang sulit untuk disatukan dalam satu lokasi. 

"Kondisi geografis di Papua ini sangat sulit, maka tidak mungkin dipusatkan semua di Jayapura. Jadi enam lokasi pelaksanaan itu adalah di Jayapura, Mimika, Jaya Wijaya, Serui, Biak, Nabire. Sehingga itu mungkin bisa mengurangi biaya dari setiap peserta," kata Happy.

UTBK tentu harus didukung dengan fasilitas ujian seperti laboratorium komputer serta kelancaran jaringan. Selain itu, Happy mengaku bahwa sebelum hari-H, panitia dan pengawas sudah persiapkan segalanya.

"Karena ini online, jadi kami sudah memastikan kelancaran jaringan agar saat ujian tidak terjadi server bermasalah. Ada panitia IT khusus menangani masalah server. Selain itu untuk pengawas ujian telah dilakukan sosialisasi penerapan prosedur yang ditetapkan dari pusat, sehingga kalau ada kendala saat ujian bisa ditangani dengan cepat," tambahnya. 

Pelaksanaan ujian akan berlangsung selama empat hari. Satu hari terdiri dari dua sesi. Dalam pelaksanaannya, bagi siswa yang terlambat diberi kesempatan maksimal 30 menit. 

"Lewat dari 30 menit sistem langsung tertutup dan kita tidak bisa login lagi.  Namanya sistem sudah diformat seperti itu. Untuk yang sakit juga tidak ada hari pengganti, mungkin tahun berikutnya bisa mendaftar lagi," terang Happy.

Saat ditanya mengenai apa saja yang perlu diperbaiki agar tahun depan lebih baik Happy mengaku, pihaknya akan melihat hasil survei yang diisi oleh peserta ujian, pengawas dan penanggung jawab.

"Nanti kita lihat apa saja yang perlu diperbaiki. Survei itu mengenai tingkat kepuasan pelaksaanaan UTBK yang diisi oleh semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan ini. Semua itu akan terekam langsung ke pusat dan pusat pasti akan menyampaikannya pada kami nant," terangnya.

Happy berharap selama pelaksanaan ujian, tidak ada gangguan listrik maupun gangguan jaringan. Tidak lupa juga dia mengingatkan agar peserta ujian menjaga kesehatan, agar bisa melaksanakan ujian dengan benar dan meraih PTN yang diinginkan. (Martha)