125 Guru Kontrak Dispend Siap Ditugaskan ke Pedalaman Mimika
epala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmani menyampaikan sambutan pada  pelatihan guru kontrak di SMPN 2 Mimika, Kamis  (09/07/20).
epala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmani menyampaikan sambutan pada pelatihan guru kontrak di SMPN 2 Mimika, Kamis (09/07/20).

Papua60detik - Sebanyak 125 orang guru kontrak dari pedalaman mengikuti pelatihan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran implementasi kurikulum 2013 (K13) tahun ajaran 2020/2021 di SMP Negri 2 Mimika, Kamis (09/07/20)

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmani mengatakan, pelatihan selama dua hari itu untuk mengevaluasi dan mempersiapkan para guru kontrak sebelum mereka kembali ke tempat tugas.

"Sebelum mereka turun kita samakan visi dulu, pertama dievaluasi apa yang dia kerjakan selama enam bulan lalu, kemudian disiapkan lagi sebelum turun supaya kita tahu standar apa yang mau kita capai," terang Jeni.

Ia mengingatkan, masa depan anak-anak di Mimika ada dipundak guru. Maka tak salah jika disebut, guru punya tanggung jawab sangat besar, dunia dan akhirat.

"Karena ingat membangun pendidikan adalah membangun peradaban orang, kalau peradaban itu tidak bisa berubah dari generasi ke generasi maka kita tidak berhasil. Itu kegagalan pendidikan yang harus kita akui," katanya.

Rencananya para guru kontrak mulai kembali ke tempat tugas pada minggu depan. Tapi sebelumnya, mereka harus menjalani rapid test bodi yang difasilitasi tanpa biaya oleh Dinas Kesehatan. Hanya yang sehat yang dibolehkan kembali ke tempat tugas di pedalaman.

"Hasil rapid test keluar, guru harus langsung turun" kata Jeni.

Pada masa pandemi covid-19 dinas pendidikan membuat zonasi untuk menentukan sistem atau metode pembelajaran. Zona yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi laut dan udara merupakan zona hijau yang aman dari penularan covid-19 dibolehkan belajar dengan tatap muka di kelas.

"Jadi KBMnya tetap tatap muka dengan standar protokol covid, cuci tangan itu sudah disiapkan fasilitasnya, pakai masker dan jaga jarak. Kebetulan untuk pedalaman karena muridnya tidak terlalu banyak jadi mereka bisa jaga jarak," jelasnya.

Perkembangan situasi, katanya akan diputuskan oleh kepala sekolah. Jika nanti situasi tidak memungkinkan metode tatap muka, maka pihak sekolah wajib menerapkan metode  belajar guru kunjung.

Pemkab Mimika sebut Jeni, sudah membangun tempat cuci tangan di sekolah dari TK, SD sampai SMP. Termasuk pengadaan air dan tandonnya. Dananya sampai Rp 3 miliar lebih.

Sementara di zona pusat dan pinggiran kota Timika, Dinas Pendidikan memetakan dengan tiga model pembelajaran, pertama google class room, kedua aplikasi WhatsApp.

"Yang ketiga, kalau memang tidak bisa dua ini maka harus ada guru kunjung untuk pemberian tugas sesuai situasi siswa dengan protokol kesehatan," kata Jeni.

Tahun ajaran baru 2020/2021 sesuai petunjuk Kementerin Pendidikan akan dimulai pada Senin di minggu ketiga Bulan Juli. Jatuhnya pada Senin, 20 Juli mendatang. Agar lebih matang dalam persiapan, para guru mulai masuk seminggu sebelumnya, pada 13 Juli. (Yunita S)