222 Santri Yayasan Al-Islah Bondowoso Timika Diwisuda
Papua60detik - Yayasan Al-Islah Bondowoso cabang Timika menggelar Haflah At-Takharruj (Wisuda Pelepasan) jenjang pendidikan TKIT, SD dan MTs Plus Tahun Ajaran 2022/2023 bagi 222 santri di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (18/5/2023).
Sebanyak 222 santri itu terdiri dari TKIT 107 anak, SD 59 anak dan MTs Al-Islah 56 anak.
Ketua Al Ishlah Pusat Bondowoso KH Thoha Yusuf Zakariya dalam pidatonya mengatakan berdirinya sekolah Al-Ishlah Bondowoso Cabang Timika sejak 2011.
Mulai dari murid TK yang hanya 10 anak hingga kini mempunyai santri mencapai 900 lebih.
"Semua adalah berkah dari kerja keras seluruh guru, orang tua, pengurus yayasan dan masyarakat," ujar KH Thoha.
Menurutnya, para orang tua tidak salah dalam memilih sekolah Al-shlah Cabang Bondowoso itu karena Yayasan penuh komitmen untuk menciptakan kesalehan anak-anak, berkomitmen menjadikan anak memiliki karakter yang kelak dapat berguna bagi kehidupan masyarakat.
"Inilah output yang diberikan, kelak anak-anak ini bisa berbakti kepada agama dan orang tua," katanya.
“Saya berharap Al-Ishlah bisa mendirikan pondok pesantren besar di Timika, dan banyak lagi di penjuru Papua, Saya berharap juga anak-anak yang lulus dapat menjaga nilai-nilai ke islaman, kesopanan hingga menjadi generasi yang bermartabat,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Al-Ishlah Bondowoso Cabang Timika Herman Gafur mengatakan kegiatan ini merupakan barometer dari apa yang dilakukan oleh anak selama menempuh pendidikan di Al-Ishlah Bondowoso.
“Bersama kita mendorong agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi jangan sampai putus, sehingga harapan kita proses pendidikan ini bisa terus berkesinambungan,” ucapnya.
Herman juga berharap agar pada akhirnya semua berkomitmen bisa membesarkan Al-Ishlah Bondowoso di Kabupaten Mimika.
“Komitmen adalah ikhtiar, jadi akan maksimal jika kita semua bisa berkolaborasi mewujudkan apa yang ingin kita kerjakan ke depan, pesan kiyai bahwa alumni Islam Al-Ishlah Bondowoso cabang Timika tidak hanya berhenti sampai di SMA saja tetapi bisa melanjutkan sampai ke perguruan tinggi dengan harapan bisa memberikan warna memajukan pendidikan di Timika,” harapnya. (Eka)