2.894 Siswa SMA-SMK di Mimika Mulai Ujian Sekolah
Papua60detik - Sebanyak 2.894 siswa dari 17 SMA dan 24 SMK se-Kabupaten Mimika mulai mengikuti Ujian Sekolah (US), Senin (15/3/2021).
US merupakan salah satu syarat kelulusan di tahun 2021 menggantikan Ujian Nasioal (UN) yang kini sudah ditiadakan oleh Kemendikbud.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang hadir langsung membuka secara simbolis pelaksanaan US di halaman SMK Tunas Bangsa mengatakan pelaksanaan ujian akhir tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Ia mengatakan pelaksanaan ujian tahun 2020 yang kala itu juga dibuka olehnya, masih ada UN, belum ada siswa yang menggunakan masker, semuanya masih berjalan normal.
Semua berbeda sejak pelaksanaan UN tingkat SMK kala itu selesai. UN SMA tidak jadi dilaksanakan atau dibatalkan karena pandemi covid-19. Proses belajar mengajar yang sebelumnya dilaksanakan di dalam kelas dengan bertatap muka harus dialihkan ke rumah masing-masing secara daring dan luring.
Meskipun semua berbeda, namun ia berharap semua siswa SMA-SMK di Kabupaten Mimika bisa lulus 100 persen sekalipun dalam masa pandemi covid-19.
Pasalnya, ke depan Pemerintah Kabupaten Mimika akan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak SMA-SMK yang telah menyelesaikan pendidikan untuk mendapatkan pendidikan vokasi agar bisa menjadi tenaga kerja yang siap pakai.
“Jadi saat ini kami Pemda sedang berencana untuk membangun BLK yang besar di Mimika. Kami sudah rapat dengan Bapenas untuk anak-anak ke depannya apalagi di Mimika kurang lebih ada sekitar 500an perusahaan. Jadi yang lulus dan ingin langsung mencari kerja, khususnya SMK bisa kita berikan pendidikan vokasi. Jadi kalian harus lulus walaupun dalam situasi pandemi,” jelas Wabup.
Ia juga mengapresiasi para guru yang selama ini telah bekerja semaksimal mungkin. Mereka memberikan perhatian, pelajaran kepada siswa baik yang memilih metode daring atau online maupun yang luring.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Mimika, John Lemauk menjelaskan metode ujian tahun yang akan berlangsung selama satu minggu ini adalah daring, offline dan juga ada tatap muka.
Namun dari 44 sekolah lebih banyak yang memilih metode tatap muka yakni ujian dilakukan di sekolah dengan menggunakan komputer dengan tetap memperketat protokol kesehatan dan pengawasannya.
Siswa diwajibkan mencuci tangan, menggunakan masker dan tidak diperbolehkan melepasnya selama berada di lingkungan sekolah, selesai ujian siswa diminta untuk langsung pulang ke rumah.
"Sistem pengawasan yang dilakukan adalah sistem silang," katanya.
Adapun nilai standar kelulusan dalan US ini ditentukan dari masing-masing sekolah berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
“KKM masing-masing sekolah itu berbeda-beda ada 60-80 dan ktiteria lainnya yakni menyelesaikan semua program pembelajaran atau seluruh mata pelajaran yang dilaksanakan. Jadi kelulusan dikembalikan ke sekolah,” tutupnya. (Anti Patabang)