322 Pelajar SD-SMP se-Mimika Ikut Lomba Potensi Sains 2024 di SATP
Papua60detik - Sebanyak 322 siswa SD-SMP dari 60 sekolah di Kabupaten Mimika mengikuti lomba potensi sains yang digelar oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Jumat (3/4/2024). Lomba digelar di kompleks SATP, Jalan Sopoyono SP4.
Lomba ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan mengandeng mitra nasional Universal Learning Center (ULC) Indonesia sebagai lembaga bimbingan olimpiade terpercaya.
Kepala Sekolah SATP Yohana Tnunay mengaku mempersiapkan lomba ini selama tiga bulan.
Adapun yang dipertandingkan adalah Matematika dan IPA untuk tingkat SD dan untuk tingkat SMP yakni IPA, IPS dan Matematika.
“Bukan semata-mata kita mencari pemenang atau yang terbaik, tetapi pada prinsipnya kita mau menyiapkan satu wadah yang sama-sama diinginkan anak-anak ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Lokon, Daniel Korompis mengatakan melalui kompetensi ini, SATP mengajak semau sekolah meningkatkan mutu pendidikan dengan mengajak anak-anak untuk berlomba bersama.
“Dengan mengandeng mitra nasional yaitu ULC untuk memberikan standar objektif, dari semua siswa ini capaiannya sudah sampai di mana,” ungkapnya.
Hasil lomba akan dikirim ke sekolah-sekolah untuk tujuan berbenah bersama guna meningkatkan mutu pendidikan sebagai persiapan mengikuti lomba tingkat provinsi, nasional maupun internasional.
“YPL sebagai mitra pendidikan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia ikhlas dan siap menggelar lomba demi membenahi kualitas pendidikan dasar di Mimika,” Katanya
Semetara itu, Perwakilan ULC, Titis Setiobudi mengatakan event ini diselenggarakan agar anak-anak Mimika dapat gambaran dan bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,
Guru SMP negeri 7 Mimika Monika Kristianti Siagian mengapresiasi event yang digelar oleh SATP. Menurutnya event seperti ini akan mengasah kemampuan siswa.
Peserta lomba Ignatius mengaku, bersiap kurang lebih 2.5 bulan untuk lomba ini.
“Ke depannya semoga dengan adanya kegiatan ini itu membuat murid-murid seperti merasa terpacu mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini kelak,” katanya. (Faris)