54.596 Siswa di Mimika Harus Belajar Dari Rumah Karena Pandemi Covid-19
Papua60detik – Pandemi Covid-19 mengakibatkan 54.596 peserta didik formal maupun nonformal di Kabupaten Mimika harus belajar dari rumah (BDR) di tahun ajaran baru 2020/2021 yang telah dimula pada Senin (20/07/2020).
BDR menggunakan sistem pembelajaran via dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring).
Pada launching tahun ajaran baru 2020/2021, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng secara simbolik menyerahkan murid TK/PAUD, siswa SD, SMP, hingga SMA kepada para guru, di SMP Negeri 2 Mimika.
Bupati Omaleng mengatakan, menyambut baik pembelajaran jarak jauh untuk mencegah penyebaran covid-19 di sekolah.
“Sebelum pemerintah atau negara mengatakan bahwa virus corona belum habis, maka tetap anak-anak sekolah belajar dari rumah,” kata Bupati.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jenny O Usmani menegaskan, di masa pandemi covid-19, kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat adalah prioritas utama. Itu jadi dasar kenapa siswa masih harus BDR.
Pembelajaran tatap muka akan diberlakukan apabila sudah ada izin dari kepala daerah, terpenuhinya persyaratan protokol kesehatan di setiap satuan pendidikan hingga persetujuan dari orang tua atau wali murid.
Adapun BDR menggunakan tiga metode, yakni guru kunjung, belajar menggunakan Google Classroom dan Whatsapp.
“Hak-hak guru sudah kita penuhi. Tidak ada masalah dengan hak mereka, maka kewajiban harus dilaksanakan. Di daerah yang jauh atau pesisir, bisa guru kunjung atau anak (siswa) datang. Yang paling penting harus menerapkan prosesdur covid-19, jaga jarak, tidak boleh berkerumun, pakai masker, cuci tangan,” katanya.
“Virus ini disebar lewat droplet, jika tidak bergeromobol, tidak baku pegang. Kan aman. Inti semua ini, anak harus ditangani, tidak boleh diabaikan. Karena walaupun belajar dari rumah, guru wajib memastikan daya serap anak,” tegas Jenny.
Desember mendatang, para siswa harus mengikuti ujian untuk mengukur sejauh mana daya serap pembelajaran baik lewat during atau luring. Hasil pembelajaran ukurannya adalah ujian.
"Itu indikator. Kalau misalnya tidak kerja tugas dengan baik, dia sikapnya tidak bagus. Maka otomatis nilainya tidak bagus. Misalnya anak kelas satu tidak tahu membaca, masa dinaikkan ke kelas dua?,” ujarnya.
Jenny pun mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anaknya selama BDR. Aspek komunikasi guru dan orang tua juga penting untuk mendiskusikan perkembangan belajar anak didik. (Salmawati Bakri)