98 Peserta Beasiswa ADEM Papua Tengah Siap Berangkat ke Kota Studi
Peserta beasiswa ADEM menerima pembekalan di Hotel Horison Diana Timika, Kamis ( 4/7/2024). Foto: Faris/Papua60detik
Peserta beasiswa ADEM menerima pembekalan di Hotel Horison Diana Timika, Kamis ( 4/7/2024). Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - 98 Peserta Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tahun 2024 asal Provinsi Papua Tengah akan segera di berangkatkan ke 6 kota studi.

Kabid Pendidikan Khusus dan Pendidikan Akademik Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah Piet Hendrik Nawipa mengatakan, program ADEM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan dan keberpihakan kepada siswa jenjang SMP atau Madrasah Tsanawiyah dan sederajat yang berasal dari Wilayah Papua, daerah Khusus (daerah 3T), dan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. 

Penerima ADEM diberi kesempatan  untuk melanjutkan pendidikan jenjang menengah SMA/SMK yang berkualitas, serta dalam rangka akulturasi keragaman budaya di Indonesia. 

“Jatah atau kuota beasiswa ADEM ini untuk wilayah Papua ada 500 siswa dibagi ke 6 provinsi,” kata Piet Hendrik usai memberikan pembekalan bagi peserta ADEM di hotel Horison Diana Timika, Kamis (4/7/2024)

Ia mengatakan untuk Provisi Papua Tengah sendri mendapatkan kuota sebanyak 98 siswa dan dibagi ke 8 kabupaten dan satu provinsi. Kuota per kabupaten tak sama. Kuota ditentukan berdasarkan hasil beasiswa ADEM sebelum-sebelumnya.

Perekrutan peserta ADEM tahun 2024, pemerintah memprioritaskan bagi siswa yang berprestasi dan kurang mampu.

“Dia (siswa) punya potensi tapi orang tua tidak mampu itu kami prioritaskan, jadi kalau ada siswa yang punya potensi tapi orang tuanya mampu itu kami nomer duakan,“ kata Hendrik

Ke-98 peserta beasiswa ADEM dalam waktu dekat akan diberangkatkan ke Kota studi yang ada di 6 provinsin, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogja dan Bali. 

Beasiswa ADEM merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak tahun 2013. (Faris)