Aparat Beberkan Aktivitas TPNPB-OPM Pimpinan Aibon Kogoya di Nabire
Polda Papua Tengah konferensi pers ungkap operasi penegakan hukum terhadap TPN-PB OPM Aibon Kogoya di Nabire. Foto : Elia Douw/ Papua60detik
Polda Papua Tengah konferensi pers ungkap operasi penegakan hukum terhadap TPN-PB OPM Aibon Kogoya di Nabire. Foto : Elia Douw/ Papua60detik

Papua60detik - Polda Papua Tengah dan Satgas gabungan TNI Polri akhirnya beberkan kronologi penegakan hukum terhadap target Daftar Pencarian Orang (DPO) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dipimpin Aibon Kogoya di wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas, menjelaskan operasi ini merupakan bagian dari komitmen aparat menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata.

Operasi tersebut melibatkan unsur Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali dari TNI sebagai bentuk sinergitas aparat keamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Upaya penegakan hukum ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: LP/26/II/2026/Polres Nabire/Polda Papua Tengah. Para pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan keterangan, aparat menemukan bahwa kelompok bersenjata pimpinan Aibon Kogoya bersama anggotanya berpindah ke wilayah Nabarua dan mendirikan camp di sekitar Kali Nabarua, Kabupaten Nabire.

Kelompok tersebut diduga melakukan berbagai aktivitas, mulai dari pertemuan internal, penggalangan logistik, hingga merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Nabire dan sekitarnya.

“Hasil pemantauan menunjukkan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga digunakan sebagai markas kelompok bersenjata,” jelas Gustav dalam konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3/2026) sore. 

Dalam pelaksanaan operasi, tim gabungan terlebih dahulu menyusun rencana dan strategi penindakan. Personel kemudian bergerak menuju lokasi target melalui sejumlah titik penyekatan dan jalur pengamatan.

Namun, saat aparat mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata tersebut. Tim gabungan berhasil menguasai camp setelah kelompok bersenjata melarikan diri ke dalam hutan.

“Setelah pelaksanaan tindakan penegakan hukum, tim gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi,” kata Gustav.

Saat ini, aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut yang diduga masih berada di sekitar kawasan hutan Nabire.

Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas TPN-PB OPM Aibon Kogoya, seperti 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magasin dan lainnya.

Dua magasin dan satu unit telepon genggam yang disita teridentifikasi hasil rampasan dari kejadian di area PT Kristalin, Lagari. Yang menarik, salah satu barang bukti yang disita adalah satu unit telepon genggam iPhone yang diketahui milik DPO Aibon Kogoya.

Dalam operasi tersebut, seorang aparat dilaporkan mengalami luka akibat rekoset peluru di bagian betis kanan saat kontak tembak terjadi.

Gustav memastikan bahwa anggota tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi stabil.

“Kami menegaskan bahwa aparat keamanan akan terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat di wilayah Papua Tengah,” tegasnya.

Penguasaan camp dan penyitaan ratusan amunisi ini menjadi salah satu pukulan terhadap aktivitas TPN-PB OPM di Nabire. Aparat berharap operasi ini dapat mempersempit ruang gerak kelompok tersebut dan memulihkan rasa aman bagi masyarakat. (Elia Douw)