Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Jasmani STKIP Hermon Timika Lewata Daring
Papua60detik - Asesmen perguruan tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang biasanya dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, kini terpaksa harus dilakukan secara daring sebagaimana yang dilakukan terhadap program studi pendidikan jasmani Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hermon Timika
Asesmen daring yang sudah berlangsung selama dua hari ini, Senin hingga Selasa (16/2/2021) diberlakukan BAN-PT disemua PT di Indonesia sejak pandemi covid-19.
Tim asesor yang dilibatkan dalam Asesmen lapangan STKIP Hermon Timika yakni dua dosen dari dua universitas negeri ternama, Dr Albadin Sinulingga dosen Univeritas Negeri Malang dan Dr dr Bernadeta M Wara dosen Universitas Negeri Yogyakarta.
Kedua asesor ini mengatakan hal yang harus diperbaiki dari Prodi Pendidikan Jasmani STKIP Hermon adalah sarana dan prasarananya karena mereka melihat jurusan ini memiliki potensi yang bagus dan sangat jarang dimiliki perguruan tinggi di Indonesia.
Menanggapi hal ini Ketua Prodi Pendidikan Jasmani, Habibi Sutirta menegaskan STKIP Hermon siap membenahi sarana dan prasarana serta tenaga pengajar Prodi Pendidikan Jasmani.
“Selama dua hari ini, tim asesor kembali menegaskan bahwa STKIP Hermon harus membenahi baik itu dari segi sarana dan prasarana kemudian jumlah tenaga pengajar juga, kemudian terkait dengan potensi program studi pendidikan jasmani khususnya, itukan potensinya besar di Kabupaten Mimika karena STKIP Hermon itu salah satu PT yang notabene adalah keguruan,” jelasnya.
Ia mengatakan akreditasi dilakukan untuk menarik minat anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan di kampus yang sudah memiliki enam angkatan ini.
“Jadi mereka tidak ragu lagi,” tuturnya.
Ketua STKIP Hermon Timika, Densemina Yunita Wabdaron SPd MPd, mengatakan, asesmen lapangan ini dilakukan untuk melengkapi data-data yang sudah dikirimkan ke BAN-PT untuk proses akreditasi.
“Sebenarnya kita sudah baik. Jadi ini hanya mengkonfirmasi apakah yang dikirimkan itu sesuai atau tidak dengan data yang ada di BAN-PT dengan yang terjadi di lapangan," katanya.
Menurutnya, dengan pelaksanaan akreditasi ini juga memberikan banyak pelajaran bagi pihak kampus untuk membenahi STKIP Hermon menjadi lebih baik lagi.
"Saya pikir STKIP Hermon baik. Kita tinggal menunggu hasil klarifikasi tersebut. Akreditasinya kita masih dalam pengajuan. Tapi sebelumnya itu baik," Katanya.
Sementara itu Ketua Yayasan Hermon, Julian Salosa menyampaikan hal yang sama dimana tim asesor hanya melihat kelengkapan sesuai dengan data yang dikirim.
"Intinya bahwa kampus kami sudah terakreditasi dengan nilai baik,” tuturnya.
Adapun jumlah mahasiswa STKIP Hermon hingga saat ini yakni sekitar 300 mahasiswa dengan jumlah dosen terap 18 orang.
“Kita tiga Prodi dan ketentuannya itu seria jurusan ditangani minimal lima dosen dan ini sudah kita penuhi,” tutupnya. (Anti Patabang)