Bahasa Hingga Tarian Daerah Bakal Masuk di Proses Pembelajaran
Koordinator Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Fathur Rohim. Foto: Martha/ Papua60detik
Koordinator Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Fathur Rohim. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik- Upaya melestarikan dan mengembangkan potensi dan keunikan masing-masing daerah maka bahasa daerah dan kearifan lokal lainnya akan dimasukkan dalam proses pembelajaran.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Fathur Rohim.

"Apakah itu terkait dengan lagu daerah, budaya, bahasa, permainan-permainan, tarian-tarian, ini semua dianggap penting supaya identitas tetap bisa kita pelihara. Karena kalau tidak, maka untuk generasi berikutnya kita tidak akan memiliki sebuah cara untuk mendapatkan keagungan kearifan lokal," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (12/09/2024). 

Oleh karena itu perlu upaya mengintegrasikan proses pembelajaran terkait dengan budaya lokal, kearifan lokal dan bahas lokal. Caranya adalah membuat Perbup yang mengatur pengakuan Capaian Pelajaran (CP). 

Menurutnya di Mimika beberapa hal bisa diintegrasikan, misalnya lagu daerah, alat musik, tarian, bahasa, bermain kata, hingga dongeng dan cerita rakyat. 

"Ini sesuai dengan arahan kepala dinas, kita perlu mengintegrasikan materi-materi muatan lokal ini ke dalam kurikulum yang ada sekarang ini. Pola integrasi ini sudah kita kembangkan. Sementara untuk buku teksnya masih perlu waktu walaupun konsepnya sudah ada," pungkasnya.

Ia menambahkan, dengan mengembangkan dan memelihara identitas budaya, ada juga nilai moral yang bisa dipetik misalnya dari dongeng. (Martha)