BBM Langka di Timika: Sabar Antri di SPBU atau ke Pengecer dengan Harga Tinggi
Papua60detik - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Mimika membuat masyarakat harus antre dari pagi hingga malam. Kondisi ini tentu sangat berdampak ke aktivitas masyarakat, mengingat BBM sudah menjadi kebutuhan utama bagi pengguna kendaraan.
Sebelumnya, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala mengatakan sebagai langkah sementara, ia menyarankan masyarakat untuk membeli BBM di pertashop karena harganya lebih murah dibanding di pengecer.
Saat ini di Kabupaten Mimika ada 8 Pertashop yang menjadi pilihan masyarakat. Namun, karena tingginya kebutuhan masyarakat, sebagian sudah kehabisan stock.
Ia pun mengatakan, Pertashop bukanlah solusi utama ketika terjadi kelangkaan BBM di Mimika. Junaedi tetap yakin akan pelayanan pertamina, namun sayangnya ada beberapa kendala yang terjadi di luar kendali. Pihaknya juga tetap memastikan setiap SPBU yang ada tersuply secara maksimal ketika kapal sudah sandar di Jobber Mimika.
"(Pertashop) bukan solusi utama, tentu kita berharap kelancaran proses distribusi BBM. Namun, karena memang terjadi akibat keterlambatan kapal maka dari itu kita akan pastikan SPBU tetap tersupply secara maksimal ketika kapal sudah sandar di Jobber Timika," terangnya melalui pesan WA, Selasa (07/10/2025).
Pengawasan ketat juga dilakukan di setiap SPBU untuk menghindari terjadinya penimbunan BBM oleh oknum tertentu.
'Kami sudah mengarahkan setiap pengawas SPBU tetap menjaga di pulau pompa agar tidak ada pelangsir yang memanfaatkan saat-sat ini," pungkasnya.
Kerena kekosongan stock di pertashop, masyarakat kini beralih ke pengecer. Namun, alih-alih menghindari antrean panjang di SPBU, terpantau banyak titik pengecer juga terjadi antrean. Harga pun melonjak jauh dari harga normal. Salah satu warga mengaku, satu botol bensin ukuran aqua besar dijual dari harga Rp30 ribu bahkan Rp50 ribu.
Masyarakat hanya bisa menunggu langkah efektif dari pertamina untuk mengatasi masalah ini. Jika pertashop sudah kehabisan stok, apakah warga harus rela mengantre dari pagi hingga malam di SPBU? Atau terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga yang sangat mahal?
Sementara itu, Junaedi mengungkapkan Kapal tanker yang membawa bahan bakar jenis Pertamax dijadwalkan akan tiba pada hari Rabu besok.
"Pertamax next tanker di hari Rabu. Semoga pengiriman aman dan kapal bisa sandar," katanya.