Bebani Orang Tua, Sekolah Diminta Tak Bikin Penamatan Mewah
Ilustrasi wisuda. Foto: Pavel Danilyuk - pexels.com
Ilustrasi wisuda. Foto: Pavel Danilyuk - pexels.com

Papua60detik - Fenomena belakangan, sekolah seperti berlomba kemewahan dalam mengadakan acara wisuda atau penamatan siswa.

Meski belum ada regulasi khusus, Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Fransiskus Bokeyau meminta pihak sekolah  tak bermewah-mewah pada acara penamatan.

"Sepanjang ini kami tidak menghendaki harus terjadi proses wisuda. Wisuda itu sebenarnya hanya dilakukan oleh yang tingkat sarjana, kalau untuk anak sekolah hanya penamatan biasa saja tidak harus pakai toga segala macam," katanya.

Menurutnya, acara wisuda mewah mulanya dilakukan sekolah-sekolah swasta. Sekarang, sekolah negeri pun mulai ikut-ikutan. Di ujungnya, orang tua siswa lagi yang harus menanggung beban biayanya.

"Kami tidak melarang, tapi kami mengimbau bahwa tidak boleh terjadi penamatan yang bernuansa wisuda. Ke depan kami akan lakukan imbauan yang sifatnya melarang," kata Fransiskus.

Penamatan di tingkat sekolah menurutnya, hanya untuk memotivasi jerih payah siswa selama menjalankan pendidikan dan tak diwajibkan.

"Kalaupun ada itu hanya kesepakatan antara orang tua murid dengan sekolah," ujarnya. (Eka)