Besok, Pertamina Mulai Salurkan Biosolar B50 di Timika
Papua60detik - PT Pertamina Patra Niaga mulai besok, Kamis 6 Agustus 2026, menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar B50 di SPBU Kota Timika Produk ini menggantikan Biosolar B40.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla mengatakan, kapal pengangkut B50 telah tiba di Jobber Pomako.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Biosolar B50 pada 9 Juli 2026 lalu untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar dengan memanfaatkan bahan baku dari dalam negeri atau minyak kelapa sawit.
B50 adalah bahan bakar yang mengandung campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau biodiesel berbahan baku minyak sawit, dan 50 persen solar murni. Sebelumnya, B40 menggunakan komposisi 40 persen FAME dan 60 persen solar murni.
"Sebelumnya membutuhkan 60 persen solar murni, itu turun menjadi 50 persen. 10 persennya inilah yang dikejar untuk bisa menghentikan impor biosolar," terang Junaedi, Rabu (04/08/2026).
Ia menegaskan B50 telah melalui pengujian oleh Lemigas dan BPH Migas. Masyarakat tidak perlu meragukan performanya. Demikian juga dengan harga, B50 termasuk subsidi sama dengan B40, yaitu Rp6.800 per liter.
"Harganya sama tidak ada berubah walaupun memang campuran solarnya turun tapi kan minyak sawitnya nambah. Kualitas B50 kami jamin tidak kalah dibandingkan B40," kata Junaedi.
Ia menambahkan, rata-rata setiap SPBU akan menerima pasokan sekitar 8 kiloliter (KL) per hari. Sehingga total penyaluran mencapai sekitar 32 KL per hari di Kabupaten Mimika. (Martha)