BKKBN Edukasi Remaja Jadi 'Genre'
Papua60detik - Badan Kependudukan & Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan kegiatan pembinaan ke anak remaja tentang Generasi Berencana (Genre).
Kegiatan kali ini berlangsung di SD Negeri 5 Inpres Mimika dengan peserta anak-anak kelas 5 dan 6, Jumat (15/03/2024).
"Selain sekolah, sasaran program Genre ini juga ditujukan kepada sektor remaja masjid, karang taruna, remaja gereja," kata Petugas Lini Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kabupaten Mimika, Yosoa Yeuyanan.
Topik edukasinya tentang pernikahan dini yang berdampak pada tingkat keselamatan ibu dan anak. Yosoa mengatakan, program ini akan dijalankan ke seluruh sekolah di Timika.
"Di Mimika ini tingkat kematian ibu dan anak itu tinggi. Makanya kita terus kampanyekan terkait dengan bahaya ketika menikah di usia muda," tambahnya.
Banyak hal yang terjadi akibat pernikahan dini, salah satunya adalah cenderung terjadinya Kekerasan Dalam Rumah tangga (KDRT) akhirnya tingkat perceraian juga tinggi. Hal itu disebabkan ketidaksiapan berumah tangga secara fisik dan mental.
Mengacu kepada peraturan Kementerian Kesehatan, usia minimal untuk menikah bagi pria adalah 25 tahun dan perempuan 21 tahun. Sebab itu remaja perlu belajar merencanakan usia perkawinan dan masa depannya.
Selain pernikahan dini, siswa juga mendapat edukasi tentang bahaya seks pranikah.
Yosoa mengatakan edukasi pada topik-topik itu tak boleh dinggap tabu karena jadi bekal positif merencanakan dan membangun masa depan anak.
Apalagi di era canggihnya teknologi, anak-anak dengan mudahnya mengakses hal negatif. Keluarga harus memberikan pengawasan dan edukasi, mengingat remaja adalah usia dengan rasa penasaran tinggi dan cenderung ingin bebas.
"Kita mensosialisakikan banyak hal kepada anak-anak, termasuk edukasi tentang pendidikan seksualitas. Sebenarnya semua ini harus didkung oleh orang tua karena pembekalan itu bermula dari keluarga. Fondasi terkuat itu dari keluarga," katanya. (Martha)