Bukan Zamannya Lagi Guru Galak
Papua60detik - Memberikan hukuman dengan cara mengutamakan hukuman mendidik lebih baik dari pada harus menghukum dengan kekerasan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP N 11 Mimika, Damaris Limbong. Dia mengatakan seiring berjalannya waktu, anak-anak tidak memerlukan lagi hukuman fisik.
"Bukan zamannya lagi guru marah-marah. Daripada marah lebih baik kita senyum. Kita anggap anak-anak itu sebagai sahabat kita. Justru semakin kita lembut, anak-anak semakin mengikuti arahan kita," ujar Damaris saat dijumpai di kantornya, Kamis (25/04/2024).
Tantangan saat ini menurutnya, terjadi pergeseran sikap siswa terutama karena pengaruh media sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, pihak sekolah selalu menjalin komunikasi dengan orang tua untuk lebih memperhatikan anaknya di rumah dan lingkungannya.
"Kadang ada anak yang terlambat karena begadang. Hal itu langsung kita komunikasikan dengan orang tua si anak supaya diingatkan. Ada juga anak yang tidak hadir selama tiga hari tanpa pemberitahuan, kita langsung buatkan surat panggilan ke orang tua," tambahnya.
Selain menjalin komunikasi dengan orang tua, pihak sekolah juga memperhatikan setiap karakter anak. Kata Damaris, itu akan membantu para guru untuk mengetahui pembinaan apa yang cocok terhadap anak tersebut.
"Namanya manusia pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Jadi, dalam memberi teguran ke anak, kita akan sesuaikan dengan sifat dan karakter mereka. Pembinaan seperti apa yang mereka butuhkan.
Sekolah juga sering memberikan pembinaan lewat video yang berkaitan dengan pengembangan karakter. Sehingga dengan menonton video tersebut, anak-anak akan tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
"Jadi tidak zamannya lagi anak dikasarin atau dibentak. Lebih baik kita lakukan pembinaan yang mendidik," pungkasnya. (Martha)