Bupati Merauke Janji Bakal Benahi Pendidikan
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Bupati Merauke, Romanus Mbaraka. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik - Bupati Merauke, Romanus Mbaraka bakal membenahi manajemen pendidikan di wilayahnya, termasuk memastikan fungsi kontrol terhadap kegiatan belajar mengajar. 

Ia mengakui, proses belajar mengajar, terutama di daerah pedalaman Merauke, sebagian besar dikeluhkan masyarakat karena tidak berjalan maksimal. 

"Kita menanggapi berbagai persoalan pendidikan. Kita akan menyiapkan model terpadu fungsi kontrol, juga membenahi manajemen pendidikan," kata Romanus, Selasa (8/2/2022). 

Menurutnya, pembenahan pendidikan di Merauke dilakukan dengan melihat pokok persoalan, sehingga masalah dimaksud dapat diperbaiki secara efektif dan efisien. 

"Hampir semua SD di pedalaman tidak berjalan normal. Fungsi kontrol harus diterapkan kembali. Kepala distrik, kepala kampung dan para tokoh bisa bekerja sama untuk mengawasi jalannya pendidikan di wilayahnya," tuturnya. 

Ia mengaku kecewa dengan para kepala sekolah dan guru yang telah mengabaikan tugas dan tanggung jawab mereka di sejumlah sekolah dasar di pedalaman, tapi tetap menerima gaji setiap bulannya. 

"Masalah pendidikan ini bukan baru sekarang, tapi sudah terjadi dari beberapa tahun lalu. Menjadi pertanyaan juga sejauh mana peran dan tanggung jawab pemimpin sebelumnya," kata Romanus. 

Romo Yustus Erasmus Lim Pr yang bertugas di wilayah Ilwayap baru-baru ini melaporkan Kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD YPPK Bibikem 'mati' alias tidak berjalan selama tiga tahun. Akibatnya, pendidikan anak-anak di sana terlantar. 

Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan pada 2019 lalu, yang mana pada saat itu terjadi pandemi Covid-19. 

"Selain tidak ada aktivitas, kondisi bangunan juga sangat memprihatinkan, sudah termakan usia. Rumput tinggi kelilingi sekolah," kata Romo Yustus, Senin (31/1/2022) lalu.

Kepala sekolah dan para guru tidak pernah mendatangi sekolah tersebut sejak 2019. 

"Masyarakat di Bibikem mengeluhkan hal ini. Anak-anak tidak bisa sekolah, bahkan ada yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP," ungkapnya.

Persoalan di SD YPPK Bibikem sebenarnya sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan Merauke, bahkan kepala dinas sudah tiga kali mengunjungi sekolah tersebut. Hanya saja hingga kini tidak ada tindak lanjut.

"Yayasan juga sudah menyampaikan ke dinas, tapi sampai sekarang kondisi sekolah masih memprihatinkan," tuturnya. (Eman Riberu)