Cadangan BBM Nasional 20 Hari, Pertamina Minta Warga Tak Menimbun
Salah satu SPBU di Kota Timika, foto: Martha/ Papua60detik
Salah satu SPBU di Kota Timika, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua, khususnya Papua Tengah, dalam kondisi aman meski stok nasional  hanya cukup untuk 20 hari.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut cadangan BBM nasional berada pada kisaran 20 hari. Stok BBM menjadi perhatian serius dengan konflik Iran melawan Israel-AS.

Sales Area Manager Retail Papua Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Warih Wibowo, meminta masyarakat tidak khawatir apalagi sampai melakukan penimbunan (panic buying). 

"Kalau masalah supply ini kan, istilahnya tetap dari Pertamina maupun pemerintah mengupayakan suply-nya itu dari mana saja. Jadi kalau kemarin isunya panas di Timur Tengah, itu hanya salah satu supply," ujar Wibowo saat diwawancarai, Minggu (08/03/2026). 

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada pengurangan distribusi BBM mulai dari kapal pengangkut, penyaluran ke jobber di Timika, hingga ke SPBU. 

Menurut Warih, angka 20 hari merujuk pada kapasitas cadangan BBM di tangki penyimpanan (TOR). Bukan berarti pasokan hanya tersedia selama 20 hari tanpa pengisian ulang. Sementara pengisian ulang bisa dilakukan setelah ada ruang penampungan. 

"Itu maksudnya total storage-nya. Memang tangki yang ada itu untuk menampung kebutuhan kisaran untuk 20 hari. Tetapi stok BBM kita itu bukan hanya di penampungan saja. Ada kapal yang sedang di perjalanan, jadi begitu 20 hari TOR-nya kurang satu liter itu nanti langsung diisi lagi," terangnya. 

Jelang Ramadan, Pertamina juga telah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar serta merespons cepat jika muncul isu terkait pasokan BBM di lapangan.

"Jadi aman dan jelang Ramadan kita juga ada Satgas, bekerja lebih ekstra ketika ada isu-isu yang memerlukan respon cepat itulah yang akan kita tindak lanjuti sesegera mungkin," pungkasnya. (Martha)