Cegah Covid, Guru Pedalaman Mimika Tak Ditarik Sampai Desember
Kepala Dinas Pendidikan, Jeni O Usmani. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala Dinas Pendidikan, Jeni O Usmani. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik- Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika tidak akan menarik guru yang bertugas di pedalaman, baik di wilayah pegunungan maupun di pesisir hingga Desember nanti.

“Untuk tahun ini guru tidak libur. Mereka tidak ditarik. Jadi mereka turun waktu awal Januari itu sampai dengan Desember baru ditarik kembali,” kata Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmani saat ditemui di Gedung Tongkonan, Senin (3/5/2021).

Mobilitas penduduk memang disebut jadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyebaran covid-19. Wilayah pesisir dan pegunungan Mimika sampai saat ini masih berstatus zona hijau. Mobilitas dari Kota Timika ke pedalaman tentu mengandung risiko ikut membawa covid-19.

Jeni mengatakan keputusan itu sudah disosialisasikan kepada semua guru. Guru yang keberatan bisa langsung mengundurkan diri.

“Tapi Puji Tuhan semua setuju dengan aturan ini,” tuturnya.

Ia menegaskan sampai saat ini belum ada satu guru pun yang meninggalkan tempat tugas, karena Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di wilayah pedalaman berjalan normal. Semua sekolah menerapkan proses belajar tatap muka.

Ia mengaku heran atas informasi yang beredar jika siswa di pedalaman tidak sekolah karena tidak ada guru. Menurutnya informasi tersebut harus jelas sumbernya.

“Jadi kalau misalnya dibilang tidak ada guru, saya mau orang yang memberikan informasi itu dia harus bisa menyebutkan sekolah di mana yang mereka maksud. Kami punya guru-guru juga mereka komplain kalau dibilang tidak ada sementara mereka itu ada di tempat,” tegasnya.

Menurutnya ini bukan pembelaan diri, namun fakta harus ditegakkan. Disdik kata Jeni sudah bekerja semaksimal mungkin.

“Kami juga mau dikoreksi tetapi dengan data yang benar,” tutupnya. (Anti Patabang)