Curhat Guru: Betapa Sulitnya Menggerakkan Pendidikan di Pedalaman
Papua60detik - Menjadi guru, pendidik memang tak pernah mudah. Apalagi mereka yang tugas jauh di pedalaman, pesisir pun pegunungan.
Marius Yohanes Tepa, guru dan Kepala Sekolah SD Negeri Atuka Timika menceritakan pengalamannya mengajar. Ia sudah sudah 14 tahun mengajar di Atuka, Mimika Papua.
Semula ia jadi honorer di SD YPPK hingga akhirnya diangkat menjadi PNS dan menjadi kepala sekolah di SD Negeri Atuka yang baru diresmikan pada tahun 2019 lalu.
Ia mengakui pergerakan pendidikan di Atuka memang lamban. Biasanya, kehadiran guru dan fasilitas sekolah jadi sasaran kritik. Tapi menurut John, kurangnya dukungan orang tua terhadap pendidikan anaklah yang jadi penyebab utama.
Orang tua, ungkap John kerap memilih menyuruh anak-anaknya pergi membantu mereka mencari Karaka dibandingkan hadir di sekolah.
“Kami di pedalaman khususnya kami di pantai, itu peran orang tua untuk mendukung pendidikan itu minim. Kami punya siswa sekarang itu ada 74 anak. Tapi ini tidak setiap hari datang sekolah, kadang ada yang hanya 2 kali datang dalam satu minggu karena itu, mereka pergi cari Karaka,” katanya, Sabtu (22/1/2022) saat ditemui di Jalan Budi Utomo Timika.
Anak asli Papua ini mengatakan sudah berulang kali memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan. Namun usahanya tidak begitu membuahkan hasil yang baik.
“Khusus kami di Atuka, dukungan dari orang tua itu sangat kurang. Sangat kurang.
Makanya saya selalu bilang bahwa untuk mengubah pola pendidikan di wilayah pantai, kita harus ubah dulu pola pikir orang tua dulu. Harus ubah pola pikir orang tua dulu karena kuncinya itu ada di orang tua,” tegasnya.
Dengan keadaan seperti ini, ia meminta kepada semua pihak untuk memberikan dukungan dengan memberikan pemahaman kepada anak dan orang tua tentang pentingnya pendidikan.
Upaya ini, kata John, bukan hanya tanggung jawab guru semata. Jika tidak, ketertinggalan di tengah canggihnya teknologi saat ini tak terhindarkan.
“Itu yang kami butuhkan saat ini. Jadi saya tegaskan disana (Atuka) itu minim pemahaman dan dukungan orang tua,” tutupnya. (Anti Patabang)