Disperindag Desak Pengusaha Air Galon Turunkan Harga
Papua60detik - Keputusan Asosiasi Pengusaha Air Minum Isi Ulang (Aspada) Mimika menaikan harga air galon Rp8 ribu dari Rp6 ribu yang diberlakukan sejak tanggal 1 Januari 2022 ini menimbulkan protes di kalangan masyarakat.
Masyarakat menilai harga Rp6 ribu sudah memberikan untung bagi pengusaha air minum.
Tak ingin hal ini jadi polemik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika memanggil pengurus Aspada, Selasa (25/1/2022)untuk mencari jalan keluarnya.
Plt Kadisperindag, Petrus Paliamba meminta Aspada menurunkan harga Rp7 ribu. Menurutnya harga Rp8 ribu memberatkan masyarkat.
Namun Aspada yang diketuai Huzein tidak setuju. Menurutnya harga yang mereka tawarkan saat ini diputuskan atas beberapa pertimbangan yakni jarak, harga BBM dan biaya makan karyawan.
“Saat ini kita bisa lihat premium di Mimika sudah tidak ada, yang ada hanya pertalite dan pertamax. Dan untuk pertalite kita juga kadang sudah dapatnya karena cepat habis,” katanya.
Dalam sehari BBM yang digunakan untuk mengantar air galon bisa sampai 12 liter untuk membayarkan 50 galon.
“Jadi ini yang menjadi alasan kami. Kami hitung semua pengeluaran yang kami gunakan di sini, makanya kita putuskan harganya sekian,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga yang mereka putuskan sudah wajar. Sudah 6 tahun asosiasi ini bertahan di harga Rp6 ribu.
Sayang penjelasan Aspada ini tidak begitu saja diterima Disperindag. Menurut mereka alasan ini tidak kuat sehingga Disperindag tetap meminta Aspada menurunkan harga.
Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya Aspada meminta waktu untuk kembali melakukan pertemuan dengan semua anggotanya membahas persoalan ini.
“Ini kami harus bicarakan kembali, karena kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” katanya.
Mereka pun memberikan catatan agar kelak jika Aspada sepakat menurunkan harga, Disperindag harus memberikan jaminan dan tegas kepada anggota Aspada lainnya agar mengikuti aturan.
“Karena kenyataan di lapangan begitu, sudah disepakati tapi karena ingin banyak pelanggan akhirnya menurunkan harga seenaknya,” ungkapnya.
Menganggapi itu, Petrus Paliamba berharap Aspada bisa menurunkan harga menjadi Rp7 ribu.
“Kalau sudah ada keputusan baru kita lakukan pertemuan lagi di hari Kamis. Kita harus sepakati juga berapa harga jika pembeli langsung datang ambil dan berapa jika diantarkan, karena kan itu juga jadi persoalan,” tutup Paliamba. (Anti Patabang)