Dua Atlet Desentralisasi Pelatnas Mimika Sabet Medali Perak di Ajang Philippine Athletics Championship
Papua60detik - Dua atlet Desentralisasi Pelatnas Mimika berhasil menyabet medali perak di ajang Philippine Athletics Championship 2023.
Amathus Somaghai sabet medali perak setelah pada nomor lari 100 meter putra mencatatkan waktu 10,92 detik. Sementara pada nomor lempar lembing, Agustinus Ngamar Mahuze juga meraih perak dengan lemparan sejauh 61,12 meter.
Padahal kedua atlet ini kali pertama mengikuti ajang internasional. Amathus Somaghai merupakan atlet TC PON Papua lalu. Sementara Agustinus Ngamar Mahuze pernah meraih medali emas pada kejuaraan lempar lembing U-20 di Jawa Tengah. Keduanya lalu direkrut masuk ke Desentralisasi Pelatnas Mimika.
Saat bertanding, keduanya mengaku sempat ragu. Apalagi di nomor lempar lembing, salah satu lawannya adalah atlet tuan rumah peraih medali emas Sea Games.
"Tapi percaya diri aaja karena ini juga bawa nama negara, apapun yang terjadi kita berikan yang terbaik,” ujarnya pada konferensi pers di Cafe Amungme Gold Coffee, Timika, Rabu (5/4/2023).
Kepala Pelatih Desentralisasi Pelatnas Atletik Mimika, Muchtar mengatakan, berangkat ke Philipina membawa lima orang atlet. Kelimanya menarget memmbawa pulang medali.
Namun jadwal perjalanan dan pertandingan yang mepet membuat beberapa atlet belum bisa tampil maksimal. Tiba di Philipina, Kontingen Indonesia langsung ikut opening ceremony, besoknya mereka sudah harus bertanding.
Program Desentralisasi Pelatnas Mimika merupakan kerja sama antara PB PASI dan PT Freeport Indonesia selama tiga tahun. Saat ini membina 19 atlet atletik Papua pada 7 nomor. 13 di antaranya laki-laki, 6 perempuan.
Bermarkas di Mimika Sport Complex (MSC) dengan standar internasional yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia.
Manager External Communications PTFI, Kerry Yarangga mengatakan, MSC tang dibangun dengan segala fasilitasnya, oleh pimpinan PTFI sejak awal diproyeksikan harus melahirkan atlet-atlet internasional.
Ia mengatakan, Desentralisasi Pelatnas Mimika dan dukungan pada cabang olahraga lain adalah wujud komitmen PTFI mengangkat prestasi anak-anak Papua di bidang olahraga. Apalagi pemerintah sudah menetapkan wilayah Papua sebagai produsen atlet.
"Nah apa yang terjadi hari ini, dengan dua atlet kita ini, itulah prestasi yang jadi harapan kita. Karena kita membangun fasilitas internasional, maka harapannya semua yang terlibat harus sampai ke level internasional," pesan Kerry. (Burhan)