Ferdinand Terpilih Jadi Sekda, Simbol Keseimbangan Politik dan Budaya di Papua Selatan
Papua60detik - Terpilihnya Ferdinandus Kainakaimu, putra asli Kabupaten Mappi, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif Provinsi Papua Selatan menjadi momentum penting dalam memperkuat keseimbangan budaya dan politik di provinsi termuda di Tanah Papua itu.
Dengan penetapan tersebut, kini seluruh jabatan strategis di tingkat provinsi telah diisi oleh perwakilan Orang Asli Papua (OAP) dari empat kabupaten.
Posisi tertinggi diisi Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dari Kabupaten Asmat, Wakil Gubernur Paskalis Imadawa dari Kabupaten Merauke, dan Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan Damianus Katayu dari Kabupaten Boven Digoel.
“Sesungguhnya ini sesuatu yang luar biasa karena telah mempersatukan kami dalam keseimbangan yang baik. Keseimbangan itu membuat Papua Selatan semakin kokoh dan kuat, karena di dalam keterwakilan itu mengandung kekuatan unsur kultur dan kedekatan emosional,” ujar Ferdinandus Kainakaimu kepada wartawan di Merauke, belum lama ini.
Ia menilai, komposisi kepemimpinan tersebut merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan persaudaraan antardaerah di Papua Selatan. Keterwakilan empat kabupaten diyakini akan menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik serta memperkuat integrasi sosial di provinsi yang baru berusia dua tahun itu.
“Dengan keterwakilan OAP dari empat kabupaten ini, saya berharap seluruh tanggung jawab untuk memajukan Papua Selatan sebagai provinsi baru dapat kita jalankan bersama-sama. Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi soal tanggung jawab moral untuk menjaga dan membangun rumah besar kita bersama,” tegasnya.
Ferdinandus Kainakaimu dijadwalkan segera dilantik sebagai Sekda Definitif Papua Selatan, menggantikan pejabat sebelumnya yang masih berstatus pelaksana tugas.
Setelah pelantikan, ia akan langsung menjalankan tugas membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mempercepat roda pemerintahan dan pelayanan publik.
Sebagai Sekda, ia menegaskan komitmennya untuk membangun sinergitas dan koordinasi yang solid dengan seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta elemen masyarakat.
“Saya akan bekerja dengan arif dan bijaksana, membangun komunikasi terbuka dan kolaborasi yang sehat dengan semua pihak demi kemajuan Papua Selatan,” tutupnya. (Jamal)