HAPAK Gembok Kantor Dinas Pendidikan Mimika
HAPAK gembok gerbang kantor Dinas Pendidikan. Foto: istimewa
HAPAK gembok gerbang kantor Dinas Pendidikan. Foto: istimewa

Papua60detik - Kecewa kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro melakukan aksi spontan dengan menggembok pintu gerbang Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Jalan Cenderawasih SP 2 - SP 5 pada Rabu (24/09/2025) sekitar pukul 09.00 WIT.

Sekretaris HAPAK, Maria Kotorok mengatakan, aksi spontan dilakukan karena tidak ada itikad baik dari Dinas Pendidikan. Bayangkan, sejak Januari hingga hari ini pihaknya ingin bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan namun tidak pernah direspon.

Pihaknya mendapatkan informasi bahwa proyek penunjukkan langsung tahun 2025 sudah habis dibagi. Padahal berdasarkan aturan, penunjukan langsung pekerjaan harus diberikan kepada pengusaha asli Papua.

"Sejak Januari kami secara resmi sudah menyurat kepada kepala dinas pendidikan untuk bertemu dengan tujuan ingin menyampaikan keberadaan HAPAK sebagai salah satu organisasi pengusaha Amungme dan Kamoro untuk memperjuangan hak-hak pengusaha asli," jelasnya. 

Sebagai salah satu wadah pengusaha asli Amungme dan Kamoro, Maria mengatakan HAPAK sama sekali tidak diperhatikan. Hal ini terbukti dalam pembagian pekerjaan penunjukkan langsung HAPAK tidak dilibatkan.

"Tetapi sekali lagi kami diabaikan. Tidak pernah ada itikad baik dari kepala dinas untuk bertemu kami. Dan kami tidak ada jalan lain selain menggembok pintu kantor dinas pendidikan dengan harapan kami diperhatikan," keluhnya. 

Maria mengatakan, sebagai pemilik negeri, HAPAK justru diperlakukan seperti pengemis. Kedatangan mereka hari ini tidak diindahkan sehingga dengan melakukan aksi spontan menggembok gerbang kantor Dinas Pendidikan.

"Kami atas nama HAPAK ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas aksi spontan yang kami lakukan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua HAPAK, Tenius Kum menambahkan, di tahun 2024 anggota HAPAK sempat ditodong dengan senjata oleh ajudan Kepala Dinas Pendidikan. Hari ini pun tidak ada respon ataupun tanggapan terkait dengan pengajuan surat audien yang diberikan sejak Januari 2025 lalu. 

Ia juga kecewa karena sekretaris hingga Kabid pun seolah-olah melepas tanggung jawab. Kekecewaan bertambah setelah mendapat informasi bahwa pekerjaan dari penunjukan langsung sudah dibagi habis. Pihaknya spontan menggembok gerbang dan tidak bermaksud memiliki tempat tersebut. 

Tenius mengakui, aksi spontan menggembok pintu kantor Dinas Pendidikan merupakan langkah keliru karena ini adalah pelayanan publik. Tapi pihak Dinas Pendidikan juga tidak boleh mengabaikannya. 

"Ini bukan milik perusahaan pribadi sehingga melakukan segala sesuatu dengan seenaknya. Pemerintah itu pelayanan publik semua kalangan bisa datang jadi harus dilayani dengan baik. Aksi menggembok kantor ini akan tetap dilakukan sampai ada respon dan jawaban dari dinas pendidikan," pungkasnya. pungkasnya. (Martha)